Mengenal Lebih Dalam Pahlawan Nasional Asal Sumbar dari Luhak Agam

"Beberapa di antaranya diketahui memeliki peran besar terhadap kemerdekaan Republik Indonesia"
Patung pahlawan nasional asal Sumatera Barat (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Sumatera Barat merupakan daerah yang memiliki banyak pahlawan yang berperan penting terhadap kemajuan Republik Indonesia. Buktinya di daerah itu ada 15 tokoh yang tercatat sebagai pahlawan nasional.

Beberapa di antaranya diketahui memeliki peran besar terhadap kemerdekaan Republik Indonesia. Sebut saja Bung Hatta, ia adalah tokoh yang mendampingi Soekarno sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Selain pahlawan kelahiran Bukittinggi itu, ada nama lain yang cukup terkenal seantero tanah air. Beberapa di antaranya seperti Sutan Syahrir, Tan Malaka, Agus Salim, Hamka, Abdul Hakim, Adnan Kapau Gani, Abdul Moeis, Bagindo Azis Chan, Hazairin, Ilyas Ya'coeb, Imam Bonjol, Rasuna Said, M Natsir, dan Muhamad Yamin.

Namun di antara nama pahlawan nasional yang beken di telinga masyarakat Indonesia tersebut, lebih dari setengahnya berasal dari Luhak Agam.

Hal itu diungkapkan oleh seorang budayawan Asraferi Sabri. Luhak Agam sendiri saat ini meliputi dua kawasan besar yang memiliki peran penting terhadap kemajuan Sumatera Barat yakni Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.

Ia mencatat, setidaknya ada 8 orang pahlawan nasional asal Sumbar yang berasal dari Luhak Agam.

"Mereka adalah Hatta, Agus Salim, Hamka, Rasuna Said, Hazairin, Abdul Muis, Adnan Kapau Gani, dan Abdul Halim," katanya pada KLIKPOSITIF, Jumat 9 November 2018.

Mendengar nama Muhamad Hatta, semua orang sudah mengenal bagaimana sepak terjang bapak Republik itu. Namun selain dia, ada nama lain yang juga terkenal dengan kemampuannya yang mentereng.

Mari mendalami sepak terjang para pahlawan ini

1. Agus Salim

Sosok tersebut adalah Agus Salim, ia dikenal sebagai pahlawan nasional yang menguasai 8 bahasa yang sekaligus juru runding kelas wahid. Pahlawan kelahiran Koto Gadang, 8 Oktober 1884 itu pernah menjadi Menteri Muda Luar Negeri Indonesia di zaman ... Baca halaman selanjutnya