Kenapa Palupuah Sangat Rawan Longsor? Ini Ternyata Penyebabnya

"Palupuah dilalui Patahan Sumatera dengan topografi terjal, jenis batuannya tufa maninjau yang bersifat pasiran lepas sehingga rawan gerakan tanah atau longsor"
Longsor yang terjadi di daerah Palupuah, Kabupaten Agam sudah dibersihkan. Tapi, masih terjadi longsor di titik yang lain pada siang ini. (istimewa)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Longsor menghantam wilayah Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Ini merupakan kejadian yang sudah berulang-ulang dan terus terjadi tanpa ada pencegahan. Parahnya, jalan raya Palupuah merupakan salah satu jalur terpenting di Sumatera Barat karena menghubungkan Bukittinggi-Medan.

Di lokasi tersebut longsor kerap terjadi. Tak hanya menutup jalan, longsor Palupuah pun pernah merenggut nyawa dua pengendara di kawasan tersebut pada Juni 2016 silam. Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edward mengakui jika Palupuah memang rawan terjadi longsor.

Menurutnya, secara geologi, longsor dipengaruhi karakter jenis lithologi batuan, kelerengan dan struktur geologi baik itu patahan, perlapisan batuan atau tanah maupun perlipatan.

"Palupuah dilalui Patahan Sumatera dengan topografi terjal, jenis batuannya tufa maninjau yang bersifat pasiran lepas sehingga rawan gerakan tanah atau longsor," ujarnya.

Jika terjadi curah hujan tinggi atau getaran di kawasan tersebut, maka ini juga akan semakin memicu terjadinya longsor. Kendati demikian, kata Ade, bukan berarti longsor Palupuah tak bisa dicegah. Menurutnya, pemerintah mesti mengambil langkah tertentu sehingga kejadian tersebut bisa diantisipasi.

"Bisa dengan stabilisasi lereng-lereng terjal yang membahayakan, kemudian menyiapkan buffer zone dengan tanggul pengaman sebagai penampung longsoran," pungkasnya.

Dalam dua hari terakhir, Jalur Bukittinggi-Medan di Palupuah sudah terputus dua kali. Kemarin sore, Minggu Sore 11 November akses tertimbun longsor selama lebih dari 9 jam. Siang ini sekitar pukul 12.30 WIB, longsor terjadi lagi dan sempat menutup akses jalan sebelum kembali dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup.

[Hatta Rizal]