DPRD Sumbar: Tour de Singkarak 2018 Banyak Kekurangan

"Musim ini gaungnya tidak terdengar"
Pembalap Tour de Singkarak mendapatkan sambutan dari pelajar Kota Pariaman (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat menilai bahwa penyelenggaraan Tour de Singkarak 2018 memiliki banyak kekurangan. Indikatornya dari berbagai sisi.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius. Menurut dia, kekurangan pada iven bertajuk Sport Tourism ini kurang dari sisi sosialisasi dan promosi, sehingga untuk musim ini gaungnya tidak terdengar.

Apalagi, sebut dia, selama 10 tahun berjalan, iven ini juga tidak begitu menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

"Saya belum melihat produk TdS ini secara spesifik dan menyentuh kepada masyarakat," katanya pada KLIKPOSITIF Senin, 12 November 2018 di Padang.

Menurut dia, pemerintah dan penyelenggara harus berinovasi dalam penyelenggaraan Tour de Singkarak kedepannya. Jadi semua lini hingga masyarakat juga turut merasa terlibat.

"Kami menginginkan keterlibatan masyarakat harus ada dan jelas, jangan hanya selesai di pejabat-pejabat tertentu saja," tegasnya.

Kemudian ditekankannya, kekurangan TdS tahun ini jangan sampai diterjemahkan pemerintah dari kekurangan anggaran.

"Jangan sampai nanti alasan pemerintah karena kurang dana. Tidak benar itu dana ada cuma promosi dan sosialisasi kurang, ini harus menjadi catatan," sebutnya.

Disampaikan Arkadius, pemerintah harus memikirkan produk yang akan di pasarkan dalam perhelatan Internasional yang memakan biaya miliaran tersebut.

Sebagai contoh, pemerintah daerah bisa menonjolkan bilih sebagai ikonik dalam penyelenggaraan.

"Ini makin ngak jelas saja, apalagi ditambah dengan beberapa insiden saat pelaksanaan," papar Arkadius.

Namun, pada dasarnya, Arkadius setuju TdS tetap dilanjutkan. Terkait akan dimasukkannya dana TdS dalam APBD murni, dia mengaku DPRD Sumbar akan membahasnya terlebih dahulu dan meminta Pemprov Sumbar melalui Dinas Pariwisata membicarakan dengan Kementerian Pariwisata.

[Joni Abdul ... Baca halaman selanjutnya