Situs Makam Belanda Kota Sawahlunto Dipugar

"Secara keseluruhan terdapat 97 makam berada di kawasan Kerhkof"
Makam Belanda di Sawahlunto yang dipugar (KLIKPOSITIF/Muhammad Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan pemugaran situs Makam Belanda (Kerkhof) di Kota Sawahlunto.

Lokasi Kerhkof tersebut berada di Kelurahan Lubang Panjang, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Untuk tahap awal pemugaran dilakukan di zona satu yang berjumlah 10 makam, sementara sisanya dilanjutkan tahun depan.

Secara keseluruhan terdapat 97 makam berada di kawasan Kerhkof, namun hanya ada 6 makam yang dapat dibaca nama orang yang dimakamkan disertai tahun kelahiran dan tahun meninggal. Sementara sisanya ada yang sudah memudar bahkan tidak ada petunjuk sama sekali.

Ketua Tim Pemugaran BPCB Sumbar, M Yusuf mengatakan, tujuan utama dari pemugaran Kerkhof tersebut ialah dapat memperpanjang umur dari cagar budaya itu sendiri kemudian untuk diwariskan ke generasi ke depan dan dapat mendorong pariwisata Sawahlunto untuk semakin maju.

Ia melanjutkan, pada prinsipnya pemugaran cagar budaya jauh berbeda dengan pemugaran-pemugaran pada umumnya. Dalam pemugaran cagar budaya, ada prosedur yang harus dilewati diantaranya studi kelayakan, yang mengkaji dari segi arkeologis, sejarah, dan budaya.

"Setelah dianggap layak, dilanjutkan dengan studi teknisnya, yang secara mendalam lagi untuk mempersiapkan langkah-langkah pemugaran, mencakup perencanaan, gambar, peta-peta, tenaga kerja dan bahan-bahan yang akan dipergunakan. Kemudian barulah merekonstruksi cagar budaya tersebut," katanya, Rabu 14 November 2018.

Yusuf menceritakan, pemugaran Kerkhof ini merupakan yang paling sulit selama dia melakukan pemugaran cagar budaya di tiga provinsi yakni, Sumbar, Riau dan Kepri.

"Ini yang paling sulit, tapi dengan menjiwai arti nilai dari sebuah cagar budaya akan saya tanamkan ke para pekerja. Terkadang kondisi yang ditemukan di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan ilmu-ilmu teknik umum, adakalanya kita bisa beradaptasi ilmu tradisional dari ... Baca halaman selanjutnya