Pelanggar Lalu Lintas di Sawahlunto Meningkat 200 Persen

"Selama 13 kali operasi, Satlantas Polres Sawahlunto telah menindak pelanggaran sebanyak 419 bukti tilang"
Anggota Satlantas Polres Sawahlunto Saat Menghentikan Pengendara di Bawah Umur Berpakaian Sekolah. (KLIKPOSITIF/Muhammad Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Kepala Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto, AKP Rony AZ mengaku, selama Operasi Zebra Singgalang 2018, tindakan tilang yang dilakukan oleh pihaknya mengalami peningkatan 200 persen dibanding tahun 2017 lalu.

"Selama 13 kali operasi, kami telah menindak pelanggaran sebanyak 419 bukti tilang. Jumlah itu meningkat tajam dibanding operasi zebra 2017 yakni 169 bukti tilang," katanya di Mapolres Sawahlunto, Kamis 15 November 2018.

Roby melanjutkan, pelanggaran pada umumnya didominasi oleh pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat berkendara (SIM, STNK, Pajak), tidak menggunakan helm SNI dan anak-anak dibawah umur.

Dikatakannya, dalam kegiatan operasi zebra ini, untuk menghindari praktek pungutan liar (Pungli). Bagi pengendara roda empat yang berasal dari luar daerah mereka dapat langsung menebus resi tilangnya ke Bank yang sudah kami tunjuk melalui pembayaran di anjungan tunai mandiri (ATM).

"Bagi kami penegak hukum kegiatan ini sama dengan penyembuhan terhadap penyakit pelanggaran yang sering dilakukan masyarakat. Tujuannya agar pengendara selalu waspada akan keselamatan mereka sendiri, kemudian menghindari korban berjatuhan sebab kelalaian pengendara," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya memprioritaskan tujuh pelanggaran dalam berkendara agar semakin berkurang, diantaranya menggunakan HP, melawan arus, dibawah umur, tidak menggunakan helm, mabuk dan tidak menggunakan sabuk.

"Dengan patuh dalam berkendara segala kemungkinan kecelakaan dapat diminimalisir, dari meninggal dunia ke luka berat, dari luka berat ke luka ringan, dan dari luka ringan menjadi tidak ada sama sekali. Itu tujuan kita," harapnya.

[Muhammad Haikal]