Warga Sungai Nyalo Keluhkan Lambannya Pencarian Korban Hanyut

"Sudah tiga hari pencarian sejak Rabu 14 November 2018 lalu, proses pencarian yang dilakukan tim BPBD Pesisir Selatan dan Basarnas belum juga membuahkan hasil"
proses pencarian korban hanyut di Sungai Nyalo (ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Warga di sekitar lokasi pencarian korban yang hanyut di Sungai Kampung Sungai Nyalo, Nagari Sungai Nyalo, Kacamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan
mengeluhkan lambannya proses pencarian korban yang dilakukan tim BPBD dan Basarnas.

Sudah tiga hari pencarian sejak Rabu 14 November 2018 lalu, proses pencarian yang dilakukan tim BPBD Pesisir Selatan dan Basarnas belum juga membuahkan hasil. Sebab, proses pencarian hanya dilakukan dengan penyisiran sungai, tidak tindakan pengelaman.

"Itulah yang kami sayangkan dari sejak korban diketahui hilang. Padahal, jika dilakukan penyelaman kemungkinan besar penemuan akan lebih cepat," sebut Tasri salah seorang pemuda di Sungai Nyalo pada KLIKPOSITIF, Jumat 16 November 2018.

Menurutnya, sejauh ini baru warga yang melakukan penyelaman. Padahal, seharusnya BPBD dan Basarnas yang melakukan hal tersebut untuk mempercepat proses penemuan.

"Sampai hari ini (Jumat 16 November) baru pemuda yang menyelam. Sementara BPBD dan Basarnas hanya keliling sungai saja dan menonton ditepi sungai," sebut Tasri salah seorang pemuda di Sungai Nyalo pada KLIKPOSITIF.

Senada dengan Tasri, Sion sangat prihatin dengan kondisi keluarga. Sebab sudah tiga hari proses pencarian, belum juga membuahkan hasil.

"Kami berharap BPBD dan Basarnas bisa memaklumi kondisi ini. Karena keluarga sangat menunggu kabar kepastian dari pencarian ini," pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui bernama Syaiful Efendi (48) diduga terbawa arus saat sedang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin pengerjaan proyek dengan menyeberangi sungai.

Kalaksa BPBD Pessel, Herman Budiarto mengatakan, saat kejadian debit air sungai sedang tinggi sehingga Syaiful tidak kuat menahan terjangan air yang kemudian menghanyutkannya.

"Diduga ia hilang karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuh karena BBM yang dibawanya," katanya.

Kiki Julnasri ... Baca halaman selanjutnya