Warga Guguak Limapuluh Kota Temukan Bungkusan Berisi Bayi di Toilet Masjid

"Bayi yang diketahui sudah berada di masjid sejak Sabtu (17/11) lalu dan berjenis kelamin perempuan itu diketahui sudah tidak bernyawa"
ilustrasi penemuan bayi (net)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Warga Jorong Pincuran Botuang, Kenagarian Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota dikejutkan dengan penemuan sesosok bayi di toilet Masjid Raya Guguak VIII, Selasa 20 November 2018. Bayi yang diketahui sudah berada di masjid sejak Sabtu (17/11) lalu dan berjenis kelamin perempuan itu diketahui sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Guguak, Iptu M Arvi menyebut, bungkusan yang berisi bayi tersebut sebenarnya pertama kali oleh garin Masjid,  Maspeldi (41) pada Sabtu (17/11) pagi sekira pukul 07.00 WIB.

"Melihat bungkusan plastik berwarna biru yang di dalamnya ada bungkusan kain sarung motif petak-petak berwarna merah kecoklatan yang terletak di dalam toilet masjid, saksi tanpa merasa curiga menaruh bungkusan tersebut ke samping sumur bor yang tidak jauh dari lokasi awal. Dia mengira ada barang seorang jamaah yang tertinggal, sehingga saksi tidak membuka bungkusan tersebut," katanya, Selasa 20 November 2018.

Iptu M Arvi melanjutkan, sampai pada Selasa (20/11) pukul 12.30 WIB, saksi lainnya Adi Wadi yang pada waktu itu sedang berada di mesjid melihat seekor biawak masuk ke dalam toilet masjid. Disitu Andi Wadi mendekat dan melihat biawak tersebut sedang mendekati bungkusan plastik yang Sabtu (17/11) sempat diletakkan oleh Garin Masjid, Maspeldi.

"Saksi membuka bungkusan plastik berwarna biru yang berisi kain sarung berwarna merah kecoklat-coklatan tersebut dan melihat kaki bayi yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa," lanjutnya.

Diterangkan Iptu M Alvi, dari lokasi penemuan bayi tersebut, pihaknya mengamankan satu buah plastik berwarna biru, satu helai kain sarung motif petak-petak berwarna merah kecoklatan. Satu helai celana dalam wanita dan satu buah pembalut wanita bekas pakai.

"Mayat bayi tersebut di bawa ke Puskesmas Dangung-Dangung dan dirujuk ke RS Ahmad Darwis Suliki," pungkasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]