Sering Dilanda Longsor, Dua Kampung di Sawahlunto Jadi Desa Tangguh Bencana

"Dua desa tersebut diketahui merupakan kawasan yang terletak di area perbukitan"
Bencana tanah bergerak yang melanda kawasan Baringin, Kota Sawahlunto beberapa waktu lalu (KLIKPOSITIF/Muhamad Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), Kamis 22 November 2018.

Dua desa tersebut, yakni Desa Lumindai di Kecamatan Barangin dan Desa Silungkang Oso di Kecamatan Silungkang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sawahlunto, Adriusman mengatakan, dua desa yang ditetapkan tersebut merupakan desa yang paling banyak terjadi peristiwa bencana sejak tahun 2014.

Dua desa tersebut diketahui merupakan kawasan yang terletak di area perbukitan Kota Arang itu. Disana, kerap terjadi bencana longsor, jalan terban akibat gerakan tanah dan pohon tumbang.

Salah satu bencana yang terjadi belakangan adalah tanah bergerak imbas dari lokasi yang terparah di kawasan Lembah Santur, Kecamatan Barangin. Bencana itu merusak belasan rumah warga.

Meski begitu, Adriusman menjelaskan bukan berarti desa lain yang tidak ditetapkan sebagai Destana, tidak siap dalam menghadapi bencana serupa karena di tiap Desa dan Kelurahan sudah ada kelompok siaga bencana (KSB) dan dibantu Linmas dari perangkat Desa.

"Penunjukan Destana, sudah melalui kajian kami. Destana bertujuan bagaimana Desa-desa mandiri dalam menghadapi dan mempersiapkan sebelum atau sesudah bencana," katanya di Sawahlunto, Kamis 22 November 2018.

Menurut dia, dasar pembentukan Destana ialah Undang-undang nomor 19 tahun 2017 Pasal 5 D tentang dasar aturan bencana.

"Dengan dibentuknya Destana, Desa itu dibolehkan menganggarkannya dari Anggaran Pembiayaan Desa (APBDes), dalam dana yang tak terduga, yang bisa digunakan untuk penanggulangan bencana sesuai dengan surat keputusan (SK) Walikota," pungkasnya kemudian.

Dari data BPBD Kota Sawahlunto, dari 11 November hingga 7 November 2018 lalu, banyak terjadi bencana longsor akibat intensitas hujan yang tinggi. Terdapat 106 titik jalan longsor, 19 rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan 58 rumah rusak ringan.

Dalam ... Baca halaman selanjutnya