Tertibkan Balap Liar, Petugas Satpol PP Payakumbuh Malah Dilempari Batu

"Tidak sedikit dari pembalap ini langsung kabur dari lokasi demi menghindari sergapan petugas"
Petugas Satpol PP Payakumbuh mengamankan satu unit motor yang digunakan seorang remaja untuk balap liar (Istimewa)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh bersama pihak kepolisian setempat menggelar penertiban aksi balap liar di salah satu ruas jalan kota itu pada Minggu 25 November 2018 dini hari kemarin.

Penertiban ini dilakukan untuk mengantisipasi kegiatan yang menganggu kenyamanan masyarakat tersebut. Namun saat penertiban berlangsung, petugas malah mendapatkan lemparan batu dari pembalap liar.

Plh. Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Erizon mengatakan, saat melakukan perlawanan, tidak sedikit dari pembalap ini langsung kabur dari lokasi demi menghindari sergapan petugas.

"Mereka karena tidak senang dengan penertiban yang kita lakukan kemudian ada yang melempar batu ke arah petugas dari atas kendaraaannya, kemudian langsung kabur," katanya pada KLIKPOSITIF.

Ia menyebutkan, aksi pelemparan batu tersebut mengenai petugas yang melakukan penertiban namun ia tidak mendapatkan luka yang serius. "Untung yang kena perut, kalau mengenai kepala mungkin sudah bocor karena batu yang dilemparkan cukup besar dan runcing," ujar Erizon.

Kendati begitu, upaya penertiban tetap membuahkan hasil. Ia menyebutkan, saat itu pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 10 orang pembalap liar yang terbilang masih remaja.

"Untung yang kena perut, kalau mengenai kepala mungkin sudah bocor karena batu yang dilemparkan cukup besar dan runcing," sebut dia.

Meskipun mendapatkan perlawanan, Erizon menyebut bahwa pihaknya akan terus melakukan penertiban dengan rutin melakukan razia di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, seperti di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Veteran, dan beberapa ruas jalan lain di Kota Batiah.

"Kami tidak akan menyerah dengan perlawanan tersebut. Bagi pelaku yang terbukti melakukan pelemparan tentu akan diproses hukum," pungkasnya kemudian.

[Taufik Hidayat Kampai]