Satpol PP Pasbar Tindak 100 Wanita Malam, Sebagian Dikirim ke Andam Dewi

"Dalam razia malam mereka, terjaring di Cafe-cafe dan tempat Karaoke hiburan malam disebabkan masih beroperasi di luar jam aturan yang ada"
Wanita malam yang terjaring razia oleh Satpol PP Pasbar (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Tercatat 100 orang perempuan pemandu Karaoke telah terjaring selama Lima bulan terakhir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat-Sumbar.

"Dalam razia malam mereka, terjaring di kafe-kafe dan tempat karaoke hiburan malam disebabkan masih beroperasi di luar jam aturan yang ada," kata Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman Barat, Edi Busti.

Data yang kita catat dari bulan Mei hingga November tahun 2018 ini sudah seratus perempuan pekerja malam yang diamankan. Sebagian dari mereka di kirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Andam Dewi di Solok. "Mereka dibawa kesana untuk dilakukan pembinaan. Sebagian lagi kita kembalikan ke pihak orang tua," jelasnya.

Para pemandu karaoke ini diamankan petugas di sejumlah lokasi yang biasa dijadikan tempat hiburan malam. Kebanyakan dari mereka bukan warga asli Pasaman Barat, namun berasal dari wilayah luar kota. "Saat dilakukan pendataan rata-rata di luar Pasaman Barat," katanya.

"Selain ditempat karaoke, kita juga merazia hotel dan wisma. Dari hasil razia dari Mei hingga November 2018, pihak Satpol PP berhasil mengamankan 8 orang perempuan. Selanjutnya mereka langsung dibawah ke Kantor Satpol PP untuk didata.

Mereka yang terjaring razia mengisi surat pernyataan dan jaminan dari keluarga dan setelah itu sebagian diperbolehkan pulang setelah berita acara pemeriksaan (BAP) selesai dan sebagian kita kirim ke panti rehabilitas Andam Dewi di Solok untuk dibina," tutup Edi Busti.

[Irfan Sampono]