Kemenag Usulkan BPIH Naik Rp6 Juta, DPR: Terlalu Tinggi

"Itu terlalu tinggi. Kami tidak mau, minta rasionalisasi dan bisa diefisienkan. Kalaupun ada kenaikan maksimal Rp 1 juta"
Ilustrasi (Kemenag)
mintanya sebesar Rp 30,500 juta, sehingga kenaikannya Rp 3 juta. Padahal ongkos penerbangan langsung ditanggung oleh calon jemaah Haji. “Karena itu Komisi VIII akan minta jangan Rp 3 juta. Tetapi kalau ada kenaikan maksimal Rp 1 juta,” ujarnya lagi.

Terkait penetapan BPIH memakai mata uang dolar Amerika Serikat (AS), legislator dapil Jawa Tengah VI ini menolak, sebab pembayaran yang bisa dilakukan di dalam negeri adalah dengan rupiah. Pasalnya dalam Undang-Undang Transaksi Keuangan dalam negeri ditentukan harus pakai rupiah. Kalau pakai mata uang dolar AS, digit-nya terlalu jauh, kelihatannya sedikit kenaikan dalam dolar, tapi kalau dirupiahkan jumlahnya besar.

Sedangkan mengenai tingkat pelayanan Haji yang cukup memuaskan pada tahun 2018, ia berharap tidak ada penurunan pelayanan pada tahun 2019 mendatang. Minimal pelayanan sama dengan tahun 2018, karena pemerintah sudah melakukannya dengan optimal. Ada permintaan up grade nakobah naik, konsumsi per boks juga naik dari 13 ribu riyal di Mekkah dan Madinah menjadi 13.500 riyal. “Yang di Armina dari 13.000 minta menjadi 16.500 riyal. Kita minta ditekan, sehingga nanti akan ada efisiensi,” pungkas Choirul. (*)