Hujan Deras, Sejumlah Kawasan di Kabupaten Solok Dilanda Banjir dan Longsor

"Banjir menggenangi sejumlah fasilitas umum"
Longsor yang menimpa rumah warga di Kabupaten Solok (Istimewa)

KABUPATEN SOLOK, KLIKPOSITIF -- Sejumlah kawasan di Kabupaten Solok dilanda bencana banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu pada Selasa 4 Desember 2018 kemarin.

Menurut informasi yang dihimpun, bencana banjir menggenangi pemukiman warga setidaknya di beberapa kawasan, yang diantaranya adalah Balai Pinang.

Banjir di Balai Pinang disebabkan karena luapan air sungai Batang Lembang. Hanya saja luapan sungai ini tidak berdampak cukup parah terhadap pemukiman penduduk, sebab air hanya menggenangi permukaan jalan.

"Air yang menggenangi jalan sudah mengering pagi tadi," kata salah seorang warga Balai Pinang, Sari pada KLIKPOSITIF.

Selain itu, banjir menggenangi sejumlah fasilitas umum di kawasan Koto Baru, Kecamatan Kubung. Di lokasi ini, banjir hanya menggenangi beberapa rumah warga dan area pertanian.

Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di kawasan Jorong Sawah Taluak, Nagari Cupak. Sedikitnya, ada 3 rumah warga dan area pertanian yang ada di tepian sungai sempat tergenang air.

"Ada sekitar tiga rumah, tapi air sudah surut dan rumah warga yang sebelumnya tergenang air sudah kembali dibersihkan," sebut warga Sawah Taluak, Budi.

Lalu untuk longsor diketahui melanda kawasan Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diateh. Menurut Camat setempat, Teta Midra, ada sejumlah titik longsor di daerah itu.

"Tidak hanya Paninjauan, longsor juga menutupi akses jalan di kawasan Katialo dan Tanjung Balik," jelas Teta.

Akibat longsor, akses jalan kabupaten yang ada di Nagari Tanjung Balik terputus total akibat runtuhnya tebing jalan. Sementara di Nagari Paninjauan dan Katialo, jalan masih bisa dilewati kendaraan.

"Kita sudah kontak dinas terkait untuk membantu proses pembersihan material longsor," ucap Teta yang tengah berada di lokasi longsor.

Hingga berita ini diturunkan, Jalan di Nagari Sulit Air masih belum bisa dilewati. Warga terpaksa mengambil jalan ... Baca halaman selanjutnya