Wapres: Korban Penembakan Papua merupakan Pahlawan Pembangunan

"Wapres memastikan insiden tersebut tidak akan menggangu kelanjutan pengerjaan proyek"
Wapres Jusuf Kalla, menghadiri kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI, di Padang, Sumatera Barat, Kamis 6 Desember 2018. (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyebut, tragedi penembakan puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), merupakan duka Indonesia. Pemerintah menghargai korban sebagai pahlawan pembangunan.

"Tentu kami sangat berduka dan menghargai mereka sebagai pahlawan pembangunan," ujar wapres usai menghadiri kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI di Padang, Sumatera Barat,
Kamis 6 Desember 2018.

Wapres menegaskan, insiden tersebut tidak akan menggangu kelanjutan pengerjaan proyek. Untuk menyelesaikan konflik, Polri dan TNI, tengah melakukan operasi militer, dengan menyisir untuk menangkap pelaku.

"Proyek jalan terus. Polisi dan tentara akan selesaikan itu dan mereka yang melakukan kejahatan harus ditangkap," katanya.

Sementara itu, Pengamat Terorisme, Al Chaidar, menyebut, aksi yang dilakukan terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya, di Kabupaten Nduga, Papua merupakan aksi terorisme nyata.

"Itu memang terorisme, bentuk terorisme, dan OPM (Organisasi Papua Merdeka, red) itu sudah melakukan tindakan seperti itu. Sebenarnya sudah sejak dari dulu saya sebut juga terorisme. Karena mereka sudah menyandra orang dengan tujuan-tujuan politik dan sekarang membunuh malah. Itu sudah cukup mengambarkan sebagai aksi terorisme," kata lulusan Universitas Malikussaleh Aceh ini.

[Cecep Jambak]