ANRI: Sebelum Buat Pustaka Digital, Payakumbuh Harus Rapikan Arsip Dulu

"Jangan anggap enteng arsip. Itu adalah catatan historis dan juga warisan pengetahuan untuk anak cucu kita nanti."
Kepala Pusat Akreditasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton saat memberikan pengarahan kepada OPD Pemko Payakumbuh. (Taufik Hidayat Kampai/Klikpositif)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Kepala Pusat Akreditasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton mengingatkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh untuk terlebih dahulu merapikan arsip-arsip yang ada di daerah tersebut sebelum merealisasikan wacana untuk membuat perpustakaan digital.

Hal itu disampaikan Rudi Antoni di depan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Payakumbuh dalam acara sosialisasi Pengawasan kearsipan di lingkungan Pemko Payakumbuh, Kamis 6 Desember 2018.

“Jangan anggap enteng arsip. Itu adalah catatan historis dan juga warisan pengetahuan untuk anak cucu kita nanti. Lagipula, arsip merupakan bukti sebuah kejadian dan pekerjaan. Jadi, wajib bagi pemerintah untuk merapikan dan menyusun secara rapi arsip-arsip mereka,” katanya.

Dalam merapikan arsip dan koleksi pustaka ini, Rudi meminta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh untuk membina setiap OPD dan Sekretariatan Pemko Payakumbuh untuk mengelola arsipnya masing-masing. Baik arsip aktif maupun arsip inaktif. Sedangkan untuk arsip statis, kewajibannya berada pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Menurutnya, dengan arsip yang lengkap akan membantu Pemko menuntaskan berbagai permasalahan dengan lebih cepat. Arsip bisa menjadi pembuktian apa yang telah dikerjakan. Jika pengelolaan arsip itu buruk, bisa dilihat bagaimana pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia. Itu karena arsip tentang pulau ini tidak dikelola dengan baik.

Diceritakannya, kalahnya Indonesia dari Malaysia soal perebutan pulau Sipadan dan Ligitan hanya Malaysia memiliki arsip historis perniagaan di pulau Sipadan dan Ligitan. Sedangkan Indonesia tidak ada. Hanya mengandalkan arsip tata Negara saja, bukan arsip historis.

“Arsip yang dijadikan Malaysia untuk mendukung arsip tata Negara mereka itu adalah aktivitas perniagaan saja. Ada kapal Malaysia yang pernah merapat di Pulau Sipadan dan Ligitan untuk mengisi air ... Baca halaman selanjutnya