ANRI: Sebelum Buat Pustaka Digital, Payakumbuh Harus Rapikan Arsip Dulu

"Jangan anggap enteng arsip. Itu adalah catatan historis dan juga warisan pengetahuan untuk anak cucu kita nanti."
Kepala Pusat Akreditasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton saat memberikan pengarahan kepada OPD Pemko Payakumbuh. (Taufik Hidayat Kampai/Klikpositif)
bersih tahun 1800-an. Sedangkan Indonesia tidak ada arsip pendukung lainnya. Itu yang membuat Indonesia kalah,” katanya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh, Zulinda Kamal mengatakan terhitung usai acara Sosialisasi pengawasan kearsipan ini, pihaknya akan langsung turun ke setiap OPD dan sekrtariat Pemko Payakumbuh untuk mengedukasi salah seorang staff instansi tersebut soal kearsipan. Setelah itu, akan difasilitasi untuk mengadakan beberapa alat pembantu untuk menyusun arsip.

Ia mengakui, apabila arsip sudah tersusun dengan baik, akan gampang melakukan pengelolaan dan input data ke dunia digital. Hal ini akan mempermudah kerja perpustakaan digital yang direncanakan dan memperbanyak koleksi arsip untuk mereka yang membutuhkan.

“Terhitung hari ini, kami akan jemput bola dan memberikan pengetahuan kepada staff di masing-masing instansi yang bertanggung jawab atas arsip instansi tersebut. Kemudian akan kami beri fasilitas seperti meja, lemari atau fasilitas pendukung lainnya agar arsip di instansi tersebut terkelola dengan rapi dan baik,” kata Zulinda.

[Taufik Hidayat Kampai]