Mobil Listrik Siap Jadi Kendaraan Masa Depan di Indonesia

Kegiatan Knowledge Sharing Mobil Listrik Bersama PLN Blits Explore
Kegiatan Knowledge Sharing Mobil Listrik Bersama PLN Blits Explore (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Rombongan Tim Mobil listrik Blits Explore Indonesia singgah di Kota Padang untuk melakukan pengisian baterai di kantor PT PLN (UIW) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar. Mobil listrik tersebut berangkat dari Surabaya sejak 28 Oktober 2018 lalu dan sampai di Kota Padang sejak Rabu (5/12) hingga beberapa hari kedepan.

Sembari melakukan pengisian baterai di Kota Padang, PT PLN UIW Sumbar mengenalkan mobil tersebut dalam kuliah umum dengan judul 'Knowledge Sharing Mobil Listrik bersama PLN Blits Explore' dalam kegiatan Job Fair yang diadakan di Auditorium UNP pada Kamis (6/12).

Pada kesempatan tersebut, turut hadir GM PLN UIW Sumbar, Susiana Mutia, Manager UP3 PLN Paris El Hakim, Pejabat pln Uiw Sumbar, Dekan Fakultas Teknik (FT) UNP Fahmi Rizal dan dihadiri oleh mahasiswa UNP serta ratusan pencari kerja (pencaker) yang ramai mengikuti kegiatan Job Fair 2018 tersebut.

Baca Juga

Ia mengungkapkan, dengan kehadiran mobil listrik ini, diharapkan dapat menjadi kendaraan masa depan karena dari pengujian yang telah dilakukan sepanjang perjalanan, mobil listrik ini terbukti lebih efisien dari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Penggunaan kendaraan ini juga ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap sehingga tidak menyebabkan polusi. Tentunya hal ini, lanjutnya, merupakan salah satu bukti Indonesia mampu menjadi maju seperti negara lainnya.

"Kami mengadakan kuliah umum ini untuk membuat kalangan muda mengenal mobil listrik karya anak bangsa ini. Mobil listrik ini bisa saja nantinya diproduksi secara massal untuk masyarakat Indonesia karena untuk pengisian bahan bakarnya bisa dilakukan melalui Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang telah disediakan PLN. Nantinya mereka yang menggunakan kendaraan listrik hanya cukup melakukan pengisian bahan bakar di SPLU yang telah tersebar saja," ujarnya.

"Kami saat ini masih bekerjasama dengan ITS dan Universitas Budi Luhur untuk pengerjaan tiga kendaraan listrik, yakni motor, mobil dan kapal listrik. Untuk kedepannya, kami ingin agar ketiga kendaraan ini tidak berupa prototype lagi tapi sudah menjadi bentuk sempurna sehingga bisa langsung digunakan," kata Susiana Mutia pada KLIKPOSITIF.

Ia melanjutkan, untuk tahap awal memang mobil listrik ini masih perlu perbaikan-perbaikan. Rencananya, setelah tim Blits Explore Indonesia ini mengikuti lomba Reli Dakar (yang dulunya dikenal dengan Paris Dakar) pada 2020-2021, akan dibahas tentang kelanjutan tentang produksi mobil listrik ini.

"Oleh karena itu, kami butuh dukungan berupa regulasi dari pemerintah untuk produksi mobil listrik ini, sama seperti dukungan pemerintah dengan memberikan lampu hijau untuk produksi motor listrik. Motor listrik ini akan diproduksi dengan berbagai varian sehingga bisa menjadi pilihan masyarakat nantinya jika telah dipasarkan," ungkapnya.

Di sisi lain, disampaikan tentang kondisi kelistrikan di Sumatera oleh Senior Manager Perencanaan PT PLN UIW Sumbar, Agus Prasetyo. Ia mengungkapkan, daya pasok listrik Sumatera saat ini bisa dikatakan surplus, apalagi PLN tengah menyelesaikan Tol Listrik yang nantinya akan menambah pasokan listrik yang lebih besar lagi ke Sumatera Barat.

"Untuk penjualan energi listrik regional Sumatera sampai Oktober 2018 juga menunjukkan hasil yang bagus dengan angka yang telah mencapai 93 persen. Sementara secara keseluruhan, pelanggan di Regional Sumatera didominasi oleh pelanggan Rumah Tangga yakni 92 persen," tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, jika motor listrik dan mobil listrik digunakan di Sumatera Barat, karena PLN siap menyediakan pasokan listriknya sebagai bahan bakar. Untuk Sumatera Barat, ungkapnya, tempat pengisian listrik yang telah tersedia itu berjumlah 196 SPLU.

Sementara itu, Dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa yang melakukan perjalanan dalam Tim Blits Explore Indonesia, Dr M Nur Yuniarto mengungkapkan bahwa, Indonesia sebenarnya bisa menjadi negara yang maju seperti negara lainnya. Banyak Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia yang bisa dikelola dengan baik untuk mencapai kemajuan tersebut.

"Untuk listrik saja, kita bisa menghasilkannya dari banyak SDA kita seperti batu bara, angin air dan udara.

Selain itu, katanya, kita tidak bisa menjamin akan ketersediaan SDA yang tak tahu kapan habisnya. Oleh karena itu Indonesia harus siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk berupa habisnya suatu SDA yang menjadi kebutuhan masyarakat.

"Kendaraan listrik merupakan solusi Indonesia untuk menghadapi krisis dan kelangkaan bahan bakar minyak. Selain itu, kendaraan listrik ini efisien dari segi pembiyaan dibandingkan kendaraan yang menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya serta ramah lingkungan karna tidak menimbulkan polusi asap. Indonesia bisa maju seperti negara lainnya," tuturnya. (*)

Penulis: Khadijah | Editor: -