Warga Batu Bajanjang Minta Pemerintah Daerah Dukung Proyek Geothermal

"ada 6.000 warga yang berdomisili di Nagari batu Bajanjang. Sementara yang menentang hadirnya investasi panas bumi di nagari itu hanya puluhan orang"
Warga Batu Bajunjuang mengunjungi Desa Pengalengan sebagai study komparative tentang geothermal. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 28 warga dari berbagai unsur lembaga di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok berangkat study komparative menuju Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan dan Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu pekan lalu.

Keberangkatan unsur lembaga masyarakat di Nagari Batu Bajanjang ini adalah ingin melihat langsung kondisi Desa Margamukti dan Desa Lembang yang juga masuk wilayah produksi panas bumi (gheotermal) di Provinsi Jawa Barat. Dua wilayah ini berada di dekat pegunungan dengan mata pencaharian masyarakatnya bertani.

"Disana juga ada kegiatan panas bumi yang sudah berproduksi. Kita ingin melihat langsung kondisi desa geografisnya sama dengan Nagari Batu Bajanjang,” ungkap Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Bujang M Nur.

Rombongan yang berangkat terdiri dari unsur pemerintahan Camat Lembang Jaya, Ketua KAN dan perangkatnya, pemerintahan nagari dan perangkatnya, tokoh pemuda dan bundo kanduang. Keberangkatan tersebut ini murni inisiatif dari warga. Tujuannya, ingin meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, baik itu melalui media sosial, cetak dan elektronik.

Apapun informasi yang diperoleh dari kunjungan ini, nantinya akan disampaikan kepada warga. Bujang tidak memungkiri, adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat, bahwa di Nagari Batu Bajanjang saat ini sangat mencekam. Bujang mengaku heran dengan beredarnya informasi miring yang mengatakan seolah-olah di Nagari batu Bajanjang dalam kondisi gawat darurat.

Sebagai Ketua KAN, Bujang menegaskan dirinya setiap hari menjalani hidup bersama warga di Nagari Batu Bajanjang. Menurutnya, kondisi warga di sana normal-normal saja menjalankan aktivitasnya bertani. “Masyarakat tidak ... Baca halaman selanjutnya