Berkunjung ke Payakumbuh, Pemkab Merangin Tertarik Budidaya Lele Mutiara

"Pemkab Merangin ingin meniru ilmu perikanan Payakumbuh untuk diterapkan di Merangin"
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Merangin-Jambi, Muhammad Damai mengaku tertarik untuk mengembangkan budidaya lele mutiara di Merangin Jambi.

"Kami ingin meniru ilmu perikanan Payakumbuh untuk diterapkan di Pemkab Merangin. Sebenarnya pola perikanan di Merangin sudah lumayan baik. Namun kita ingin lebih dioptimalkan," kata Muhammad Damai saat mengunjungi lokasi budidaya/benih ikan lele di Talawi Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh-Sumbar, Jumat 7 Desember 2018.

Dijelaskannya, salah satu tujuan kunjungannya ke Kota Batiah (Payakumbuh) adalah untuk mempelajari berbagai program ekonomi rakyat untuk meningkatkan perekonomian warga di Kabupaten Merangin.

Sementara itu, Kepala Seksi Perbenihan Perikanan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Encun Suryana usai mengenalkan program budidaya lele mutiara menjelaskan bahwa jajarannya di Pemko Payakumbuh memang menyarankan kepada masyakarat untuk tidak lagi memakai bibit Lele Sangkuriang.

Dikatakannya, salah satu alasannya membawa tim dari Kabupaten Merangin itu ke salah satu pusat budidaya lele mutiara di Kecamatan Payakumbuh Utara itu karena kolam lele terletak di dataran kering, sehingga sistem pengairan berasal dari air tanah yang dinaikan dengan mesin pompa air.

"Melalui cara tersebut, hasil yang diraih tetap optimal. Ini bisa dilakukan, setelah adanya pembinaan berupa penyuluhan perikanan dari Pemko Payakumbuh," kata Encun.

Lebih lanjut, di lokasi pembibitan tersebut, juga disampaikan beberapa hal terkait budidaya lele mutiara, seperti pengembangan bibit atau larva yang sudah mau tumbuh jadi anak ikan untuk tidak lagi diberi makan berupa cacing.

"Selain rumit mencarinya, harganya juga mahal kalau dibeli. Alangkah baiknya dialihkan ke kotoran ungas puyuh kering," ulasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]