Puluhan Hektare Sawah di Pasaman Barat Diserang Hama Tikus

"Hal ini diketahui sudah terjadi sejak sebulan yang lalu"
Kondisi tanaman padi di Pasaman Barat yang rusak akibat serangan hama tikus (KLIKPOSITIF/Irfan Sampono)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Hama tikus menyerang puluhan hektare area persawahan milik masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, tepatnya di Nagari Talu, Kecamatan Talamau.

Hal ini diketahui sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Akibat serangan hama ini, tanaman padi milik petani terancam gagal panen.

Salah satu petani di Jorong Sungai Janiah, Talu, Suherman mengaku serangan dari hama ini membuat dirinya dan petani lain meningkatkan pengamanan ekstra.

Menurut dia, memperketat pengamanan bisa untuk mengurangi dampak kerusakan tanaman padi, meskipun padi yang sudah dirusak oleh tikus tersebut tidak bisa diperbaiki ataupun dipanen.

"Hama ini sangat mengkhawatirkan, kalau dilihat-lihat, jumlah tikus ini makin banyak dari tahun lalu," katanya pada KLIKPOSITIF.

Namun demikian dirinya berharap, tanaman padi yang belum terserang hama masih bisa dipanen dan hasilnya bisa menutupi biaya pengeluaran untuk membersihkan lahan.

"Jika hama tikus ini tidak terkendali, kerugian yang diderita akan bertambah besar," ucap Suherman.

Sementara Wali Nagari Talu, Annuzul menilai, serangan hama tikus ini disebabkan karena tingginya curah hujan sejak beberapa bulan yang lalu.

Hal itu kemudian membuat perkembangbiakan tikus semakin cepat. Hanya saja kerugian yang dialami petani cukup besar mengingat serangan hama ini saat akan memasuki masa panen.

"80 persen petani terancam gagal panen karena sebagian besar padi mereka terpotong-potong dan rata dengan tanah dimakan tikus di bagian pangkal batang," jelasnya.

Saat ini, tanaman padi hanya bisa dijaga dengan memasangi perangkap tikus. Bagi dia, cara itu bisa meminimalisir serangan.

[Irfan Sampono]