Teknologi Baru untuk Gejala Tumor di Masa Depan

Pasien kanker untuk masa depan yang akan datang dapat diobati menggunakan peta 3D yang dipersonalisasi dari setiap aspek tumor mereka,
Pasien kanker untuk masa depan yang akan datang dapat diobati menggunakan peta 3D yang dipersonalisasi dari setiap aspek tumor mereka, (Net)

KLIKPOSITIF - Pasien kanker untuk masa depan yang akan datang dapat diobati menggunakan peta 3D yang dipersonalisasi dari setiap aspek tumor mereka, yang mampu menunjukkan kepada dokter persis bagaimana penyakit ini merespons dari berbagai terapi.

Ini menjadi mungkin berkat proyek luar biasa, dijuluki 'Google Earth Tumor', yang memetakan setiap bagian dari jaringan dan molekul untuk membangun gambaran paling detail tentang penyakit yang menyebabkan satu dari empat kematian di Inggris.

baca juga: Studi: Ganja Digunakan dalam Ritual Keagamaan Yahudi Kuno

Dikutip dari EveningStandart, Profesor Josephine Bunch, seorang ahli kimia analitik yang memimpin tim di Laboratorium Fisika Nasional, mengatakan proyek baru ini bertujuan mengubah cara kita melihat tumor dari bentuk bayangan yang direkam pada citra 'street view-style' ke satelit, yang akan mengarah ke revolusi perawatan.

“Kami berharap untuk menciptakan cara yang dapat direproduksi dan distandardisasi untuk sepenuhnya memahami tumor yang berbeda dalam detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah skala pencitraan yang membuat kita membandingkannya dengan Google Earth," katanya.

baca juga: Twitter Tambahkan Fitur Schedule untuk Twitter Web

“Kami ingin memberikan gambaran keseluruhan dari keseluruhan tumor, sampai ke tingkat molekulernya. Ini juga akan melampaui 'tampilan jalan', tidak hanya mengidentifikasi 'rumah' individu dan di mana pun di suatu negara, tetapi juga siapa yang ada di dalam rumah, apa yang mereka makan dan apa yang meraka tonton," tuturnya.

Tim ini akan meninjau ribuan tumor manusia dan hewan, dengan fokus pada tumor payudara, usus dan pankreas. Profesor Zoltan Takats, ahli kimia analitik di Imperial College, dan salah satu rekan peneliti pada proyek tersebut, menambahkan apa yang pihaknya lakukan adalah memahami mesin molekuler kanker dan akhirnya menemukan kerentanan yang dapat mengarah pada terapi baru yang akan bekerja untuk tumor tertentu dan menghilangkannya tanpa merusak tubuh di tempat lain.

baca juga: Temuan Peneliti, Kotoran Bisa Prediksi Virus Corona Covid-19 Lebih Awal

"Anda benar-benar dapat membandingkannya dengan menghancurkan bangunan yang tidak diinginkan tanpa benar-benar merusak bangunan sekitarnya. Inilah yang kami coba lakukan dengan tumor padat," katanya.

[Widy]

baca juga: Activision Blizzard Akan Rilis Game Call of Duty Baru

Penulis: Fitria Marlina