Menpar : Sumbar Berpeluang Menjadi Pariwisata Halal Nomor Wahid di Indonesia

Objek wisata Museum Adityawarman Kota Padang
Objek wisata Museum Adityawarman Kota Padang (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kementerian Pariwisata menargetkan pariwisata Indonesia nomor satu menggeser Malaysia. Menteri Pariwisata RI Arief Yahya bertekad membawa Wonderful Indonesia menjadi urutan nomor 1 Global Muslim Travel Index (GMTI) - Master Card Report 2019.

Langkah itu dicapai dengan dengan membuat Program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Program tersebut merupakan kerjasama antara Kemenpar dan Global Muslim Travel Index (GMTI) - Master Card, yaitu Travel and Tourism Competitiveness Index.

Program tersebut merupakan pengembangan destinasi wisata halal yang dinilai sesuai dengan Global Standard. Masing-masing provinsi yang jadi Destinasi Wisata Halal (dan termasuk Destinasi Wisata Religi) akan di-ranking. Seluruh aspek dinilai sesuai Global Standard.

Baca Juga

Hasilnya Rangking 1 Nusa Tenggara Barat (lombok) dengan nilai 58, rangking 2 Provinsi Aceh dengan nilai 57 dan rangking 3 DKI Jakarta dengan nilai 56 dan Sumatera Barat berada pada peringkat 4 dengan nilai 55.

Arif Yahya mengatakan menyebutkan Sumbar berpeluang besar memperbaiki rangking IMTI tahun 2018. Sebab potensi kuliner, budaya muslim masyarakat, bangunan masjid-masjid memilik khas yang kuat.

"Kami berharap Sumbar segera melakukan pembenahan yang lebih baik lagi. Sebab daerah ini sangat berpeluang sekali dijadikan pariwisata halal dalam skala besar dan bisa nomor satu di Indonesia,"ujarnya, Sabtu, 8 November 2018.

Menurutnya jika Sumbar mampu memperbaiki itu, tentunya akan berdampak kepada kunjungan pariwisata ke daerah tersebut.

Menanggapi hal Wagub Nasrul Abit menyadari banyak hal yang mesti dibenahi bersama. Padahal potensi destinasi wisata halal Sumbar untuk menjadi yang terbaik di Indonesia sangat besar.

Langkah kedepan akan dilakukan fokus kepada sertifikasi makanan halal bagi setiap restoran, pelayan hotel halal, serta memaksimalkan potensi tempat ibadah Masjid Raya Sumbar lebih bermakna sebagai magnet perhatian di Padang.

"Untuk lebih maju dan meningkatkan kunjungan wisata, tentu butuh komitmen bersama-sama pemerintah dan stekholder melakukannya. Potensi besar Sumatera Barat dalam destinasi wisata tanpa dukungan dan kerjasama semua pihak tentu tidak akan berhasil dengan baik," katanya.

[Joni Abdul Kasir]

Editor: Fitria Marlina