Tidak Cukup dengan Penegakan Hukum, Presiden Dukung "Gerakan Indonesia Bicara Baik"

"Saya lihat hashtag ini muncul di setiap acara Perhumas di website-nya, di surat-suratnya, di backdrop-backdrop acaranya, di poster-poster Perhumas. Ini bagus bahwa Indonesia harus bicara baik"
Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada Pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12) pagi (Setkab)
dari hal-hal yang buruk-buruk menjadi hal yang baik-baik. Hijrah dari ketertinggalan menuju ke kemajuan,” tutur Kepala Negara.

Tentu, tegas Presiden, bicara baik bukan berarti menutup fakta bahwa masih ada yang kurang. Menurut Presiden, kita harus jujur bahwa masih ada yang perlu diperbaiki, dibenahi, direformasi. Masih ada kerja-kerja yang terus harus dipercepat dan tidak bisa tidak.

“Kalau mau Indonesia baik, kalau mau Indonesia maju kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data tapi bukan pembodohan atau kebohongan. Kritik yang mencerdaskan tapi bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti,” tegas Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menkominfo Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Agung Laksamana. (*)