Pendiri Twitter Dikecam karena Puji Myanmar

"Para pengguna Twitter, termasuk sejumlah wartawan, pun ramai-ramai menuding Dorsey sebagai orang yang tak bertanggung jawab"
Ilustrasi (Net)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Bos dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey, ramai-ramai dikecam setelah ia menyanjung Myanmar, yang disebutnya sebagai negeri yang indah dengan penduduk yang ramah.

Dorsey diketahui baru saja berlibur di negeri itu pada November lalu dan mengunggah foto hasil jepretannya di Myanmar ke media sosial.

"Myanmar adalah negeri yang sungguh cantik. Orang-orangnya penuh kegembiraan dan makanannya luar biasa. Saya mengunjungi Yangon, Mandalay, dan Bagan," tulis Dorsey di bawah foto-foto itu.

"Kami mengunjungi dan bermeditasi di beberapa kuil di negeri itu," lanjut dia.

Myanmar dan rezim yang memimpin negara itu telah menjadi sorotan sejak Agustus tahun lalu, setelah militer di negeri itu secara sistematis mengusir dan membasmi kelompok minoritas Rohingya.

Sudah lebih dari 700.000 warga Rohingya lari meninggalkan Myanmar dan mengungsi di Bangladesh.

Para pengguna Twitter, termasuk sejumlah wartawan, pun ramai-ramai menuding Dorsey sebagai orang yang tak bertanggung jawab dan buta terhadap penderitaan orang-orang Rohingya.

"CEO Twitter berlibur ke negara yang tahun lalu bertanggung jawab atas genosida, yang dibakar oleh disinformasi, dan ujaran kebencian yang disebarkan oleh pemerintah di media sosial," tulis Liam Stack dari New York Times di Twitter.

"Dorsey tak bicara soal tudingan pembunuhan massal dan kejahatan perang yang dilakukan oleh pemerintah," kritik Michael Brice-Saddler dari Washington Post.

"Saya mewawancarai puluhan pengungsi Rohingya yang bercerita soal kekejian yang dilakukan oleh militer Myanmar. Pada Oktober lalu kepala misi pencari fakta PBB mengatakan terjadi genosida di (negara bagian) Rakhine. Utas (Dorsey) ini membuat saya tercengang," kecam Mohamned Jamjoom, jurnalis Al Jazeera, menanggapi tulisan Dorsey.(*)

Sumber: Suara.com