Pasca Jalan Nasional Padang-Bukittinggi Putus, Begini Kondisi Jalan Alternatif di Malalak

"Biasanya kendaraan lewat jalur ini bisa dihitung jari setiap jam nya. Sekarang dalam beberapa menit bisa 5-10 kendaraan yang lewat"
Kendaraan melewati jalur atletnatif malalak (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

AGAM,KLIKPOSITIF -- Pasca putusnya jalan nasional Padang-Bukittinggi tepatnya di daerah Kayu Tanam, membuat sejumlah pengendara mengalihkan rute ke jalur alternatif Malalak, Agam.

Pantauan KLIKPOSITIF, rute Malalak dipadati kendaraan baik dari arah Bukittinggi maupun Padang. Hal ini sudah terjadi sejak Senin 10 Desember 2018 atau sejak putusnya jalur Bukittinggi-Padang via Kayu Tanam.

Andri, warga lokal menyebutkan, dalam kondisi normal biasanya tak banyak pengendara yang menempuh jalur ini. Saat ini ia menyebut, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

"Biasanya kendaraan lewat jalur ini bisa dihitung jari setiap jam nya. Sekarang dalam beberapa menit bisa 5-10 kendaraan yang lewat," ungkapnya, Rabu 12 Desember 2018.

Menurutnya, volume kendaraan terus meningkat saat pagi dan sore hari. Kendaraan didominasi bus, roda dua maupun kendaraan pribadi. Sementara, truk berukuran besar tak terlau banyak.

Sementara itu, Kepala Unit Patroli Satlantas Polres Bukittinggi Ipda Omrizal menyebut, secara umum memang terjadi peningkatan arus kendaraan via Malalak sejak Kayu Tanam terputus.

"Sekitar 25 persen lebih peningkatannya. Didominasi kendaraan pribadi dan bus ukuran kecil. Kalau truk atau Bus besar yang bermuatan banyak, lebih diarahkan via Solok mengingat jalan tak terlalu lebar,"ujarnya.

Rute Bukittinggi-Malalak-Padang mempunyai jarak tempuh sejauh 107 kilometer, sedikit lebih jauh dari Bukittinggi-Kayu Tanam-Padang yang sejauh 92 kilometer. Daerah ini sudah terkenal akan longsornya sehingga pengendara mesti waspada saat melintasi kawasan ini terutama jika terjadi hujan.

Dalam catatan KLIKPOSITIF, di rute Malalak, setidaknya ada 10 kilometer jalan yang rawan akan longsor. [Hatta Rizal]