Jembatan Ambruk di Kayu Tanam Dapat Sorotan Presiden, Ini Komentarnya

Instagram Jokowi
Instagram Jokowi (instagram)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jalur lalu lintas Padang- Bukittinggi putus total akibat ambruknya jembatan Sungai Kalu Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman sekitar pukul 20.00 WIB, Senin 10 Desember 2018, setelah kawasan tersebut diguyur hujan lebat mendapat sorotan dari Presiden Indonesia Joko Widodo.

Dalam peryataanya di akun Instagramnya yang juga dilengkapi dengan kondisi jembatan tersebut, Jokowi menegaskan pemerintah segera menyiapkan desain jembatan permanen.

baca juga: Ini Pesan Sri Mulyani untuk Pegawai Kemenkeu di Lebaran Idul Fitri

"Setelah melalui proses tender, mudah-mudahan bisa mulai dibangun bulan Maret 2019, dan akan rampung bulan September atau Oktober 2019," tulisnya.

Berikut peryataan lengkap Jokowi di akun instagramnya:

baca juga: Ini Kabar Baik Terkait Penanganan COVID-19 di Agam

"Sudah dua hari jalur lalu lintas Kota Padang – Bukittinggi , Sumatra Barat terputus karena ambruknya Jembatan Batang Kalu di daerah Padang Pariaman. Jembatan itu diterjang air luapan Sungai Batang Ulakan setelah hujan lebat Senin malam lalu.

Jembatan ini begitu penting karena ruas jalan Kota Padang - Bukittinggi adalah jalur strategis, salah satu urat nadi perekonomian Sumatra Barat. Ini jalur pariwisata ke Bukittinggi , Batusangkar, Payakumbuh, dan 50 Kota, jalur transportasi ke Provinsi Riau dan beberapa kabupaten kota lain, serta jadi jalur distribusi dan logistik pangan.

baca juga: 87 Swab Negatif, Kasus di Bukittinggi Tetap 17

Karena itulah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung membangun jembatan sementara untuk selekas mungkin membuka kembali lalu lintas Kota Padang - Bukittinggi . Jembatan rangka baja itu tengah dirakit sepanjang 36 meter dan ditargetkan selesai dalam sepekan ini.

Jika jembatan sementara selesai, pemerintah segera menyiapkan desain jembatan permanen. Setelah melalui proses tender, mudah-mudahan bisa mulai dibangun bulan Maret 2019, dan akan rampung bulan September atau Oktober 2019,". (*)

baca juga: Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Lengah Atas Nama Berdamai

Penulis: Eko Fajri