Potensi Besar Geothermal Mampu Stabilkan Ketersediaan Listrik di Sumbar

"Di Sumbar ada 16 titik panas bumi (geothermal) dengan potensi tersimpan diperkirakan mencapai 2000 MW"
Salah satu eksplorasi geothermal untuk tenaga listrik yang ada di Indonesia. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Sumatera Barat punya potensi besar di bidang energi hijau berupa tenaga air dan panas bumi yang melimpah sehingga dapat dijadikan modal untuk menjaga ketersediaan listrik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat provinsi itu.

Tercatat, ada 25 sungai besar dan sedang serta ratusan sungai kecil yang dapat dimanfaatkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mini atau Mikro Hidro (PLTMH). Juga terdapat 16 titik panas bumi (geothermal) dengan potensi tersimpan diperkirakan mencapai 2000 MW.

Dari 16 titik itu baru dua titik yang telah mendapatkan investor masing-masing di Solok Selatan oleh PT. Supreme Energy Muaro Labuh, Solok oleh PT Hitay Daya Energy (HDE). Sementara, titik geothermal di Pasaman sudah mulai diteliti dan siap menunggu investor yang ingin melakukan eksplorasi.

Dari titik itu, baru PT. Supreme Energy Muaro Labuh yang telah 'melangkah maju'. Proses pengeboran sudah selesai dilakukan dan ditargetkan pada 2019 potensi panas bumi sebesar 80 MW itu mulai bisa diproduksi. Sedangkan di Batubajanjang, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok yang dikelola oleh PT. Hitay Daya Energy (HDE), saat ini belum tersentuh karena banyak penolakan.

Padahal, penetapan Blok Bukit Kili-Gunung Talang, sebagai wilayah kerja panas bumi (WKP) sudah dilakukan pemerintah sejak 2014 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2777 K/30/MEM/2014. Penetapan itu, kemudian ditindaklanjuti dengan lelang yang kemudian dimenangkan konsorsium PT. HDE.

Pada 23 Februari 2017, terbit izin panas bumi kepada PT HDE sebagai Independen Power Producer (IPP) yang resmi mendapatkan penugasan pemerintah untuk penyediaan listrik kapasitas 20 MW. Penolakan itu amat disayangkan oleh pemerintah daerah yang sedang giat-giatnya mencari investor untuk menanamkan modal membuka usaha bidang energi dan pariwisata.

Upaya itu tidak main-main karena jemput bola yang dilakukan tidak hanya pada ... Baca halaman selanjutnya