Menteri PUPR: Jalur Padang-Bukittinggi Sudah Bisa Dilalui Besok

"Kami akan menggunakan kontraktor lokal, demikian juga material akan disuplai dari pabrik beton yang ada di Sumatera Barat untuk perbaikan jembatan itu"
Jembatan Batang Kalu di Padang Pariaman yang ambruk pada Senin (10/12) lalu. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pemulihan lalu lintas pada ruas jalan Padang-Bukittinggi yang terputus akibat ambruknya Jembatan Batang Kalu di Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Senin (10/12) akan dilakukan secara tiga tahap.

Tahap pertama, pembangunan jembatan sementara ditargetkan fungsional satu jalur pada Sabtu, (15/12). Meski hanya bisa dilalui satu jalur, namun kehadiran jembatan sementara sangat penting karena jalur utama angkutan logistik dan manusia antara Padang-Bukittinggi-Pekanbaru dapat dipulihkan kembali.

Rencananya, lalu lintas dari Padang ke Bukittinggi akan melalui jembatan sementara. Untuk arah sebaliknya dilakukan pengalihan arus melalui jalur Sicincin-Malalak. “Saya khusus ke lokasi ini atas perintah Bapak Presiden Joko Widodo karena beliau memonitor dari dekat. Perintah beliau agar konektivitas ruas Padang-Bukittinggi pulih lebih cepat,” kata Menteri Basuki.

Tahap kedua, setelah jembatan sementara selesai, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Ditjen Bina Marga akan membangun jembatan bailey disamping jembatan sementara yang akan dimulai Senin (17/12) dan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

Tahap ketiga, jembatan bailey digunakan untuk kedua arah, lalu jembatan sementara akan dibongkar dan diganti dengan jembatan permanen. "Pembangunan jembatan permanen akan dimulai pada pertengahan Januari 2019 dan ditargetkan rampung dalam waktu 6 bulan,” ujar Menteri Basuki.

"Kami akan menggunakan kontraktor lokal, demikian juga material akan disuplai dari pabrik beton yang ada di Sumatera Barat. Biaya pembangunan jembatan diperkirakan sekitar Rp15 miliar. Meski hanya 30 meter, namun menggunakan konstruksi bore pile sehingga butuh waktu 6 bulan. Kekuatannya bisa mencapai 100 tahun," jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya gerusan air pada struktur bawah jembatan, ... Baca halaman selanjutnya