Bersaing di Tiga Provinsi, ISI Padangpanjang Terima BMN Award

"Pertanggungjawaban terhadap Barang Milik Negara (BMN) dalam hal ini harus senantiasa akuntabel, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan"
ISI Padang Panjang menerima BMN Award yang diwakili oleh Prof. Novesar Jamarun. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Sebagai sebuah perguruan tinggi berstatus negeri, ISI Padangpanjang dituntut untuk senantiasa melaksanakan pengelolaan aset-asetnya dengan baik. Pertanggungjawaban terhadap Barang Milik Negara (BMN) dalam hal ini harus senantiasa akuntabel, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di era kepemimpinan Rektor Prof Novesar Jamarun, hal ini menjadi salah satu pokok perhatian yang betul-betul harus diseriusi oleh semua jajaran di kampus biru. Tak ayal, kerja keras rektor berserta jajaran dalam beberapa tahun terakhir, berujung pada prestasi yang membanggakan.

ISI Padangpanjang didapuk sebagai penerima penghargaan pengelolaan aset terbaik 2018 di wilayah kerja KPNL Bukittinggi. Penghargaan tersebut diserahkan kegiatan Refleksi Kekayaan Negara di Hotel Aryaduta, Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau (Kanwil DJKN RSK) mempertemukan sejumlah satuan kerja (Satker) yang berada di kawasan Sumbar Riau, dan Kepulauan Riau.

ISI Padangpanjang sendiri, meraih penghargaan bersama dengan Kejaksaan Negeri Padangpanjang dan Badan Narkotika Nasional Payakumbuh. Penyaringan oleh pihak panitia memang berjalan sangat ketat dan alot dan tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan terapan pengelolaan yang sudah diatur sedemikian rupa baik dalam Undang-undang maupun Permen.

Dari 198 Korwil K/L dan 5727 Satker yang tersebar di tiga provinsi, panitia menyaring hingga didapatkan masing-masing lima korwil di tiap provinsi dan lima satker di wilayah kerja KPKNL yang berada di Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau yang menjadi nominasi untuk meraih BMN Award.

Panitia menilai kepantasan ISI Padangpanjang untuk menerima penghargaan ini berdasarkan pada kriteria yang dimiliki sebagai satker ditinjau dari kepatuhan dalam penatausahaan BMN, optimalisasi pengelolaan BMN, serta dalam pelaksanaan Revaluasi ... Baca halaman selanjutnya