Forkopimda Tanah Datar Larang Pendaki Naik Gunung Marapi

"Ancaman yang berpotensi terjadi saat ini adalah lontaran batu pijar maupun semburan gas beracun yang mematikan"
Suasana di lokasi pendakian Gunung Marapi jalur Koto Baru pada tahun 2015 yang lalu (KLIKPOSITIF/Haswandi)

TANAHDATAR,KLIKPOSITIF -- Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyebut, pendakian ke Gunung Marapi saat pergantian tahun 2018 merupakan hal terlarang.

Ia menyebut, Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Tanah Datar telah sepakat jika hal ini tak diperbolehkan.

"Betul, memang dilarang," ucapnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF dari Bukittinggi, Jum'at 28 Desember 2018.

Anton mengatakan, hal ini didasari informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi yang menjelaskan jika kawasan puncak gunung sangat berbahaya, sehingga membuat Forkopimda sepakat menutup jalur pendakian mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Akan ada penempatan personil Polres, TNI dan Satpol PP nantinya," jelasnya singkat.

Sementara, informasi dari PGA Marapi di Belakang Balok Bukittinggi menyebut status Gunung Marapi saat ini berada di Level II atau berstatus waspada. Dalam status ini, seluruh warga, pendaki ataupun pengunjung dilarang beraktivitas pada radius 3 kilometer dari kawah.

Ancaman yang berpotensi terjadi saat ini adalah lontaran batu pijar maupun semburan gas beracun yang mematikan

Biasanya, Marapi selalu dipadati pendaki saat moment libur seperti 17 Agustus maupun pergantian tahun. Rute termudah, yakni di Koto Baru. Dari sini, pendakian Marapi hanya butuh waktu 6-8 jam hingga ke puncak.

Tak hanya ke Marapi, Pemda Tanah Datar juga akan melarang aktivitas pendakian ke Gunung Singgalang yang punya pintu masuk di Pandai Sikek.

[Hatta Rizal]