Pantau Kecurangan Pemilu, Bawaslu Pasbar Libatkan Ulama dan Ormas

"Ulama dan ormas juga berperan sebagai edukator ke masyarakat untuk aktif melaporkan kecurangan"
Sosialisasi pengawasan kecurangan pemilu di Pasaman Barat (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pasaman Barat melibatkan ulama dan organisasi masyarakat untuk memantau kecurangan yang terjadi saat Pemilu 2019.

Selain memantau kecurangan, Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Emra Patria mengatakan, ulama dan ormas juga berperan sebagai edukator ke masyarakat untuk aktif melaporkan kecurangan.

"Laporan dugaan pelanggaran yang terjadi bisa dalam bentuk informasi awal, yang disampaikan kepada panitia pengawas pemilu diseluruh tingkatan," katanya.

Tidak hanya itu, untuk mempermudah peran ulama, Bawaslu memberikan tindak pidana pemilu atau pasal-pasal yang berkenaan dengan tindak pidana pemilu di Undang-Undang nomor 7 tahun 2017.

Dalam aturan tersebut Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS) Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra menyebutka  juga tertera tahapan pelaporan kecurangan.

"Dengan pemahaman ini, para ulama dan ormas bisa juga menyampaikannya pada keluarga mereka dan masyarakat sesuai Perbawaslu nomor 7 tahun 2018," sebut dia.

Sementara itu, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumatera Barat, Vifner menyebutkan, setiap laporan kecurangan akan diproses oleh lembaga itu.

"Sebab jika tidak diproses, Bawaslu juga akan diproses sesuai dengan ketentuta konstitusi," pungkasnya kemudian.

[Irfan Pasaribu]