Dulunya Kumuh, Kini Jorong Tabek Bertransformasi Menjadi Kampung “Seribu Bunga” di Ranah Minang

"Mudah-mudahan, Astra International terus menjadi perusahaan otomotif terbesar dan terkemuka di Tanah Air yang terus berpartisipasi untuk memajukan masyarakat Jorong Tabek melalui program-program CSR perusahaan"
Gapura KBA Astra International di pintu gerbang utama Jorong Tabek (Riki Suardi)
tradisi asli dari Nagari Talang Babungo, yaitu Silek Tuo Langkah Ampek (Silat Tua Langkah Empat,red) dan Silek Kurambik. Kedua silat ini merupakan silat laga berpasangan dengan menggunakan pisau.

"Silek Tuo Langkah Ampek dan Silek Kurambik ini biasanya dipertunjukkan jika ada tamu kehormatan yang datang ke daerah ini. Tapi di luar itu, juga dipertunjukkan bagi wisatawan yang ingin melihat gerak dan langkah dari silat tradisi tersebut. Bahkan, para wisatawan juga bisa belajar gerak dan langkah dari silat tersebut," ujar Kasri.

Selain silat dan pidato minang, kearifan lokal lainnya yang bisa dipelajari masyarakat adalah cara menebang tebu hingga bagaimana cara membuat gula tebu. Kemudian, tawaran paket wisata lainnya adalah rental sepeda angin bagi wisatawan yang ingin berkeliling kampung untuk melihat keasrian alam Jorong Tabek sebagai kampung “seribu bunga”.

Sejauh ini, kata Kasri, sudah banyak wisatawan lokal dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera yang datang berkunjung ke Tabek. Kebanyakan dari wisatawan yang datang, merupakan peserta study banding ke Kabupaten Solok yang sengaja singgah ke Tabek untuk bermalam melihat keindahan kampung "seribu bunga". Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, baru dari Jepang yang datang berkunjung.

“Bagi wisatawan yang ingin menikmati dan belajar masing-masing kearifan lokal pada paket wisata desa tersebut, cukup membayar Rp10 ribu per orang untuk satu paket. Namun karena pengelolaan paket wisata desa belum dimaksimalkan, makanya belum kami pungut. Tapi, kami tetap melayani siapapun yang datang berkunjung ke sini,” ujarnya.

“Untuk saat ini, kami belum bisa mendata berapa jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang, karena belum maksimal pengelolaannya. Tapi Pada 2019 mendatang, pengelolaannya akan dimaksimalkan. Karena wisata desa di kampung “seribu bunga” ini akan di-lounching pada Februari tahun depan. KBA Jorong Tabek pun ... Baca halaman selanjutnya