Dulunya Kumuh, Kini Jorong Tabek Bertransformasi Menjadi Kampung “Seribu Bunga” di Ranah Minang

"Mudah-mudahan, Astra International terus menjadi perusahaan otomotif terbesar dan terkemuka di Tanah Air yang terus berpartisipasi untuk memajukan masyarakat Jorong Tabek melalui program-program CSR perusahaan"
Gapura KBA Astra International di pintu gerbang utama Jorong Tabek (Riki Suardi)
semut dari air tebu. Bantuan tersebut diberikan, karena sebelumnya perusahaan yang berpusat di Jakarta itu juga telah memfasilitasi masyarakat untuk pelatihan pembuatan gula semut.

"Kalau mesin pembuatan gula semut sudah sampai ke Jorong Tabek ini, tentu semangat petani tebu akan semakin bergairah, karena dapat menambah sumber pendapatan baru masyarakat. Apalagi, harga jual gula semut jauh lebih mahal dari gula tebu. Kalau gula tebu hanya Rp10 ribu/kg, gula semut tebu bisa dijual seharga Rp30 ribu/kg," beber Kasri.

Perkebunan tebu seluas lebih kurang 1.000 Ha yang dilengkapi dengan pabrik pembuatan gula tebu di Jorong Tabek ini, lanjutnya, juga disinergikan dengan usaha peternakan sapi milik masyarakat. Di mana, ampas tebu dari pabrik pembuatan gula tebu, juga dapat dimanfaatkan untuk pakan sapi.

"Jadi, banyak manfaat dari pilar Kewirausahaan dan pilar Lingkungan yang telah disinergikan dengan usaha masyarakat di Jorong Tabek ini," tuturnya.

Di industri gula tebu ini, Kasri juga mengatakan bahwa Astra International melalui KBA, juga ikut berperan dalam menekan biaya produksi tebu gula, yaitu memberikan bantuan dana sebesar Rp15 juta untuk biaya pengecatan dinding pabrik gula tebu dan pembuatan dua tungku baru yang ramah lingkungan. Bahkan, tungku baru itu juga dilengkapi dengan blower asap.  

“Jadi, asap dari tungku tidak lagi mengepul di dalam pabrik, karena asap sudah ditarik oleh blower dan keluar melalui cerobong asap. Dan masyarakat yang tengah memproduksi gula tebu juga tidak kepanasan di dalam pabrik. Dengan adanya tungku baru ini, biaya produksi gula tebu juga berhasil ditekan hingga mencapai 50 persen, karena  dua tungku baru ini bisa memanaskan tujuh kancah (kuali besar) untuk memanaskan air tebu. Kalau sebelumnya, satu kancah satu tungku,” ujarnya.

Terkait pilar Pendidikan, Kasri menuturkan bahwa pilar itu juga berintegrasi dengan pilar Lingkungan dan juga Kesehatan di ... Baca halaman selanjutnya