Dulunya Kumuh, Kini Jorong Tabek Bertransformasi Menjadi Kampung “Seribu Bunga” di Ranah Minang

"Mudah-mudahan, Astra International terus menjadi perusahaan otomotif terbesar dan terkemuka di Tanah Air yang terus berpartisipasi untuk memajukan masyarakat Jorong Tabek melalui program-program CSR perusahaan"
Gapura KBA Astra International di pintu gerbang utama Jorong Tabek (Riki Suardi)
Astra International kepada MIS Muallimin melalui KBA, tidak hanya sebatas pilar Lingkungan seperti Adiwiyata, tapi juga pada pilar Pendidikan. Bahkan, perusahaan otomotif yang didirikan oleh William Soerjadjaja itu, juga memberikan beasiswa pendidikan berupa uang tunai kepada pelajar yang tinggal di Jorong Tabek.

"Bantuan beasiswa itu diberikan per semester. Untuk kuotanya 35 orang. Selain siswa MIS Muallimin, beberapa siswa berprestasi lainnya juga mendapatkan beasiswa dari Astra. Besarannya bervariasi. Untuk setingkat SD sebesar Rp450 ribu per semester, SMP Rp600 ribu dan SMA Rp750 ribu," bebernya.

Wisata Desa di Kampung "Seribu Bunga"

Selain mengintegrasikan empat pilar KBA, Jorong Tabek binaan Astra International itu kian maju dan berkembang di tengah derasnya laju industri pariwisata di Provinsi Sumatera Barat yang makin metropolis. Kendati begitu, destinasi kampung "seribu bunga" di Jorong Tabek juga tak kalah jauh di bandingkan industri pariwisata lainnya.

Dengan mempertahankan kearifan lokal di tengah berkembangnya budaya barat di Indonesia, KBA Jorong Tabek menawarkan sebuah ketenangan yang asri, adem dan jauh dari hingar bingar perkotaan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Tabek, berupa penginapan dengan tarif yang cukup murah.

“Saat ini, sudah ada 40 kamar homestay yang disedikan masyarakat untuk para wisatawan. Kamar homestay itu merupakan rumah warga di Jorong Tabek ini. Untuk sewanya, hanya Rp80 ribu per hari,” kata Kasri.

Selain menyediakan kamar homestay, KBA juga menawarkan paket wisata desa bagi para wisatawan. Bahkan melalui paket wisata itu, para wisatawan juga bisa menikmati dan mengetahui lebih dalam tentang kearifan lokal yang merupakan aset budaya bangsa yang terus dipertahankan masyarakat Jorong Tabek.

Di antaranya, pidato minang dalam acara makan bajamba (makan bersama dalam adat Minangkabau,red), pertunjukkan antraksi silat ... Baca halaman selanjutnya