Melihat Tradisi Batalam Manjapuik Mintuo di Nagari Sungai Kamuyang, Limapuluh Kota

"Dalam perjalanan menuju Balai Adat, para bundo kanduang itu diiringi juga dengan bunyi-bunyian talempong"
Kegiatan batalam manjampuik mintuo di Nagari Sungai Kamayung, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)
Bundo Kandung mengatakan baju basiba ini baju yang lapang dengan makna hendaknya seorang bundo berlapang hati. Bundo kandung harus memakai sandang, baju kurung basiba yang dalam sampai dibawah lutut, kepala kodek ke belakang dan pakai jilbab.

"Sangat penting adanya wanita atau bundo kandung yaitu tiang bagi negara salah satu visi msi kami demi tercapainya adat basandi syara, syara basandi kitabullah sehingga terciptalah bundo  perempuan yang tahu akan adat dan syara," jelasnya.

Selain itu juga penilaian isi talam yang sesuai dengan tradisi Menjemput Mertua dalam adat Minang. "Di dalam talam itu harus ada masakan telor dan macho (ikan teri), itu wajib ada, ternyata tadi ada yang tidak itu yang kita edukasi kembali agar masyarakat tidak meninggalkan adat," ungkapnya.

[Taufik Hidayat Kampai]