Puluhan Sanggar Piaman Memukau di Ajang Batajau Seni

"Setiap karya adalah bentuk karya inovasi yang berdasarkan pada tradisi"
Salah satu pertunjukan tarian dalam ajang Batajua Seni. (istimewa)
lain dari biasanya.

Jika biasanya gandang tasa hanya sebuah permainan musik dengan sedikit gerak, Sanggar Durga memperlihatkan bahwa gerakan yang tertata juga dapat membuat permainan tasa mereka semakin menarik. Sanggar Rangkiang Palito memanjakan penonton lewat suguhan tari yang memperlihatkan permainan indang dengan kegembiraan yang diluapkan lewat gerak menarik.

“Malam ini permainan para penampil sangat apik dan menarik. Garapan-garapan seperti ini perlu mendapat tempat. Dan Batajau adalah tempat yang tepat, kemudian diharapkan dapat terus dilanjutkan hingga ke panggung nasional bahkan internasional,” kata Dr Sahrul, peneliti sekaligus pengajar pascasarjana ISI Padangpanjang.

Kreator musik kontemporer berbasis tradisi Piaman, Susandra Jaya SSn MSn berharap iven Batajau terus digerakkan untuk mengedukasi generasi muda tentang kekayaan seni Piaman. “Ini adalah sebentuk wadah bagi pengembangan industri kreatif. Selanjutnya diharapkan akan digelar pula diskusi dan berbagai workshop bersama dengan wadah yang sudah ada ini,” katanya.

Usai berbagai pertunjukan digelar, di ruang khusus, para penggerak sanggar berapresiasi dengan menyaksikan pertunjukan Silek Sunua bersama-sama. “Silek Sunua Insha Allah akan dijadikan sebagai seni tradisi asli yang menjadi inspirasi untuk sejumlah karya yang akan ditampilkan pada batajau seni ke 2,” sebut Muhammad Fadhli selaku juru bicara panitia.

Meski sanggar yang tampil malam itu hanya beberapa sanggar, namun total seluruh sanggar yang turut mendukung kegiatan ini mencapai 19 sanggar dan kelompok manajemen seni. Hal ini membuktikan bahwa insan seni Piaman sudah mulai bersatu, saling dukung satu dengan yang lain demi kemajuan bersama. (*)