Baznas Limapuluh Kota Serahkan Zakat untuk 187 Mustahik

"Zakat yang dikumpulkan Baznas tersebut, sebagian besarnya berasal dari ASN Kabupaten Limapuluh Kota"
Irfendi Arbi saat membagikan uang zakat secara simbolis kepada ratusan siswa di Limapuluh Kota (Istimewa)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 177 siswa dan 10 tenaga honorer di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Limapuluh Kota menerima bantuan yang berasal dari dana zakat yang dikumpulkan oleh  Amil Zakat nasional (Baznas) Kabupaten Limapuluh Kota.

Bantuan dana tersebut ditujukan untuk menstimulasi para siswa agar lebih berprestasi dan menambah semangat pegawai honorer untuk menunjukan kinerja terbaiknya.

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan pada rangkaian acara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke 73 di halaman kantor bupati, Kamis 3 Januari 2019.

Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Kabupaten Limapuluh Kota, Nursal menyebut, total dana yang diserahkan berjumlah Rp75 juta untuk buat 187 orang mustahik.

“Dalam tahun 2018 ini Baznas Kabupaten Limapuluh Kota telah mengumpulkan zakat sekitar Rp2,9 milyar dan sekitar Rp2,6 milyar sudah disalurkan kepada mustahik. Sedangkan sisanya akan dibagikan dalam bentuk bantuan produktif,” kata Nursal.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyebut, zakat yang dikumpulkan Baznas tersebut, sebagian besarnya berasal dari ASN Kabupaten Limapuluh Kota. Dia berharap bantuan ini akan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pelajar yang mengalami keterbatasan ekonomi. Ia mengaku tidak mau mendengar ada anak putus sekolah lantaran tidak memiliki biaya.

"Bagi saya tidak ada alasan berhenti sekolah. Miskin bukan alasan tidak sekolah. Jika ada anak kita yang tidak sekolah karena alasan tidak ada biaya laporkan kepada saya. Kita punya Basnaz dan sumber pembiayaan lainnya,” tegas Irfendi.

Irfendi berharap, bantuan yang disalurkan itu dapat meringankan beban para orangtua siswa penerimanya. Ia ingin para siswa itu lebih termotivasi untuk menumbuhkan semangat belajar dan dapat berprestasi.

[Taufik Hidayat Kampai]