Selama Empat Hari, Kantor Gubernur Disulap Jadi Pasar Rakyat

Beberapa orang ASN di lingkungan Pemprov Sumbar berbelanja di Pasar Rakyat Kantor Gubernur, Jalan Sudirman.
Beberapa orang ASN di lingkungan Pemprov Sumbar berbelanja di Pasar Rakyat Kantor Gubernur, Jalan Sudirman. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

KLIKPOSITIF -- Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat Jalan Sudirman selama empat hari disulap menjadi pasar rakyat. Dimulai Selasa (28/6) hingga Jumat (1/7), bazaar tersebut akan menjual barang kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar.

Namun, dari pantauan klikpositif.com di lapangan, masih banyak ASN yang berebut dengan masyarakat memburu barang belanjaan di bazaar hingga hari kedua ini. Padahal, Gubernur sudah mengimbau kepada ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi lebih mendahulukan masyarakat untuk belanja di lokasi bazaar.

Kepala Biro Perekonomian Wardarusmen yang bertugas sebagai Ketua Pelaksana bazaar menyampaikan, untuk stand disediakan sebanyak 110 stand dengan fasilitas 1 meja dan 2 kursi ditambah dengan stand yang disediakan oleh Bulog, Forum Komunikasi Distributor sebanyak 10 stand, sehingga total sebanyak 130 stand.

Baca Juga

"Kuota itu sudah terpenuhi tapi kami masih menerima pendaftaran bagi pedagang yang ingin berjualan selagi tidak mengganggu kelancaran bazaar. Tempat masih ada kok," ungkap Wardarusmen di halaman parkir Kantor Gubernur Sumbar, Selasa 29 Juni 2016.

Bazaar yang dilakukan, jelas Wardarusmen, sebagai bentuk upaya pemerintah provinsi untuk menekan harga yang mahal saat Ramadan dan menjelang Lebaran, terutama bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, bazaar ini juga merupakan upaya untuk mengembangkan UMKM dan Home Industri asli Sumbar, sehingga masyarakat dapat mengetahui produk asli Sumbar juga tidak kalah dengan produk luar. Untuk produk, tidak hanya bahan pokok makanan tetapi juga ada pakaian untuk lebaran.

Terkait dengan harga yang diberikan para peserta bazaar, sudah ada komitmen dengan SKPD terkait dan UMK serta Forum Komunikasi Distributor bahwa harga lebih rendah dari pasar. Untuk harga komoditi tertentu, selain disubsidi SKPD juga diberikan subsidi oleh Bank Nagari dan PT Semen Padang.

"Untuk subsidi harga beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam, telur, cabe, bawang, minyak goreng dan komoditi perikanan dengan kupon yang disediakan sebanyak 3000 lembar", terangnya.

Kupon yang diberikan untuk masyarakat prasejahtera untuk membeli barang di bazaar tersebut diberikan dengan nilai subsidi Rp10 ribu per kuponnya. Disamping itu, dapat juga dibeli menurut komoditi yang dibutuhkan oleh masyarakat pengguna kupon.

Sejumlah BUMD di Sumbar juga menyalurkan bantuan dari dana CSR nya dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dengan jumlah masing-masing 500 sampai 10.000 paket di kabupaten dan kota.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bazaar tersebut merupakan bentuk upaya Pemprov Sumbar untuk menekan tinggi angka inflasi selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.
Selain itu, daya beli masyarakat Sumbar mengalami penurunan pasca kenaikan harga komoditi di pasaran dengan masuknya tahun ajaran baru dan bulan suci Ramadan sehingga berpengaruh terjadi fluktasi harga yang relatif tajam.

"Dengan adanya bazaar ini, dapat sedikit membantu mengurangi beban masyarakat karena harga yang diberikan kepada konsumen lebih murah dari harga yang berlaku umum di pasaran," ujarnya.

Untuk subsidi yang diberikan pada bazaar tersebut, Irwan mengatakan tidak dapat mengakomodasi untuk semua kebutuhan, tetapi dapat mengurangi beban kebutuhan yang cenderung meningkat. "Kepada panita bazaar diharapkan subsidi yang telah diberikan tepat sasaran dan tidak salah alamat," tuturnya.

[Joni Abdul Kasir]

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Agusmanto