Polres Padang Bekuk Pencuri Telepon Genggam di SPBU

"Pelapor yang bernama Ilham Wahyudi dalam laporannya menjelaskan dirinya baru menyadari telepon genggam miliknya hilang sekitar pukul 05.00 WIB"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kurang dari 24 jam, pelaku pencurian di SPBU Taruko Jalan Bay Pass Kecamatan Kuranji, Kota Padang dibekuk tim Unit Opsnal Reskrim Polresta Padang pada Minggu 6 Januari 2019 di Pasar Pagi Purus Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Aksi pelaku yang terekam melalui kamera pengintai CCTV langsung diketahui setelah pelaku melakukan pencurian pada Sabtu 5 Januari 2019 sekitar pukul 04.00 WIB.

Pelaku mamanfaatkan kelengahan petugas SPBU yang tengah tertidur usai bekerja dan berhasil mengambil satu unit handpon. Pelapor yang bernama Ilham Wahyudi dalam laporannya menjelaskan dirinya baru menyadari telepon genggam miliknya hilang sekitar pukul 05.00 WIB.

Pelaku yang diketahui bernama Syarial (41) dibekuk saat ia berada di tempat temannya dan berniat akan menjual barang yang telah ia curi.

"Awalnya kami melakukan pengecekan di lokasi dan melihat wajah pelaku melalui camera CCTV dan kami langsung melakukan penyelidikan," ujar Kanit Opsnal Reskrim Polresta Padang, Ipda Denny J, Senin 7 Januari 2019.

Ia mengatakan, setelah melakukan penyelidikan, identitas pelaku pada Sabtu siang telah diketahui dan pihaknya langsung mencaritahu keberadaan pelaku.

"Kami mendapatkan informasi keberadaan pelaku di daerah Pasar Pagi, Kecamatan Padang Barat dan langsung melakukan penangkapan," lanjutnya.

Menurutnya, saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya dan mengelak dari tuduhan polisi.

"Saat kami memperlihatkan rekaman CCTV yang kami miliki, pelaku ini tidak bisa lagi mengelak dan mengakui perbuatannya," sambungnya.

Setelah mengakui perbuatannya, pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Padang untuk diproses sesuai peraturan yang berlaku.

"Dari tangan pelaku kami mengamankan barang bukti berupa satu unit handpon merek Oppo A37 yang merupakan barang hasil curian," sambungnya.

Ia mengatakan bahwa pelaku akan diancam dengan pasal 363 Jo 362 Kitab Undang-undang ... Baca halaman selanjutnya