Debit Air Sungai Meningkat, BPBD Limapuluh Kota Imbau Hal Ini

"untuk daerah yang cukup rawan di Limapuluh Kota adalah Kecamatan Harau, Pangkalan, dan Kapur IX. Namun tidak tutup kemungkinan daerah lain"
Kondisi debit air Batang Mungo, Taram, Kabupaten Limapuluh Kota (BPBD)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Curah hujan yang cukup tinggi di beberapa Kawasan di Limapuluh Kota akibatkan debit air sungai naik. Hal ini disampaikan Kepala BPBD Limapuluh Kota Joni Amir saat dihubungi KLIKPOSITIF, Selasa 8 Januari 2018.

Joni Amir mengajak masyarakat khususnya di daerah sekitar sungai atau Batang Sinamar dan di daerah yang memiliki kemiringan serta sekitar tebing agar meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat curah hujan yang berlangsung di akhir Desember 2018 dan awal Januari 2019.

"Kepada masyarakat agar selalu waspada dan lebih meningkatkan lagi kepedulian terhadap lingkungan. Curah hujan yang cukup tinggi, biasanya daerah kita di Limapuluh Kota cukup rawan terhadap banjir dan longsor," kata Joni.

Ia menjelaskan untuk daerah yang cukup rawan di Limapuluh Kota adalah Kecamatan Harau, Pangkalan, dan Kapur IX. Namun tidak tutup kemungkinan daerah lain, sehingga dihimbau masyarakat tidak beraktifitas banyak saat cuaca hujan seperti saat ini.

"Selain Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, kami juga dibantu beberapa Kelompok Siaga Bencana (KSB) di puluhan Nagari yang ada di Limapuluh Kota. Kemudian juga ada bantuan dari Komunitas Sekolah Gunung yang turut siaga saat cuaca ekstrem," kata Joni Amir.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmadinol juga menambahkan saat ini TRC BPBD Limapuluh Kota telah diturunkan ke lapangan. Salah satunya kegiatannya dikatakan Rahmadinol memantau debit air dan melaporkan kepada Kantor BPBD Limapuluh Kota.

"Saat ini, baru 2 hari hujan dan biasanya 4 hari seperti ini yaitu debit air mulai naik. Semoga tidak terjadi apa-apa. Sebab beberapa daerah seperti Taram, Mungo, dan Suliki tengah mengalami curah hujan yang cukup deras," kata Rahmadinol. (Ade Suhendra)