Tim Gabungan di Padang Sita Enam Buku Dari Sebuah Toko

"Penyitaan ini dilakukan untuk meneliti apakah buku tersebut berbau ajaran komunis atau tidak"
Buku yang disitia oleh Tim Forkopimda Padang (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF --Tim gabungan  yang terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, Pol PP, Kesbangpol Padang menyita sejumlah buku di Toko Buku Nagare Boshi, Jalan Hos Cokroaminoto no 13, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang-Sumbar, Selasa 8 Januari 2019. Tim gabungan ini menyita buku-buku yang diduga berbau ajaran komunis.

Ada enam eksemplar dari tiga judul buku yang disita tim gabungan, yakni buku Kronik 65 (penulis Kuncoro Hadi,dkk) sebanyak dua eksemplar, buku Jas Merah (penulis Wirianto Sumartono) sebanyak dua eksemplar, serta  buku Mengincar Bung Besar-Tujuh Upaya Pembunuhan Presiden Sukarno (penulis Tim Historia) sebanyak dua eksemplar.

Kasi Intel Pejaksaan Negeri Padang, Yuni Hariaman mengatakan, penyitaan dilakukan setelah adanya hasil peninjauan aparat TNI. Terhadap buku yang disita, katanya, tim akan melakukan penelitian terhadap kebenarannya.

Di kejaksaan sendiri, katanya sudah ada pendataan jenis ataupun judul buku yang terlarang, namun beredar di pasaran.

"Kita amankan untuk diteliti isinya, baru kita laporkan berjenjang," ungkapnya.

Sementara itu, Danramil Padang Barat, Mayor P Simbolon menegaskan, jika terbukti buku itu terlarang, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap penerbit.

"Yang jelas, jika ada berbau PKI, maka tentu dilarang," tegasnya.

Sementara pemilik toko buku, Yanto menyebut akan menghargai proses hukum yang berlaku. Namun diakuinya, sejak buku diluncurkan oleh penerbit, dia tidak mengetahui apakah jenis buku tersebut dilarang beredar atau tidak.

"Sebagai penjual kita tidak tahu, karena dititipkan penerbit. Penerbit beragam. Buku ini berizin. Namun setahu saya buku yang diambil tentang sejarah, dan tidak ada unsur pendoktrinan," katanya.

[Cecep Jambak]