Hanya Empat WNA di Payakumbuh yang Memiliki KITAS

"apabila ditemukan lebih dari empat WNA yang bekerja di daerah tersebut berarti mereka adalah WNA ilegal"
ilustrasi: Audun Kvitland, turis Norwegia yang pernah viral setelah menciptakan lagu Nasi Padang (net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Payakumbuh, untuk 2019 ini hanya terdapat empat warga negara asing (WNA) yang bekerja di Kota Randang itu.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Payakumbuh, Ali Imran menyebut, apabila ditemukan lebih dari empat WNA yang bekerja di daerah tersebut berarti mereka adalah WNA ilegal.

"Yang melapor ke kita dan memiliki KITAS (Kartu Ijin Tinggal Terbatas) hanya empat orang tersebut. Selain itu, sampai saat ini belum ada tambahan," kata Ali Imran kepada KLIKPOSITIF, Rabu 9 Januari 2019.

Berdasarkan data yang terdapat di Disdukcapil tersebut, dua WNA berasal dari Amerika Serikat dan dua WNA lainnya berasal dari Tiongkok.  Selain empat WNA tersebut, Ali Imran menyebut, kemungkinan mereka hanya melakukan kunjungan wisata ke daerah tersebut.

"Mereka itu ada yang bekerja di PT dan juga di bidang pendidikan," jelasnya.

Untuk pengurusan KITAS sendiri, WNA yang masuk ke Indonesia terlebih dahulu harus melengkapi berbagai administrasi terlebih dahulu di Imigrasi Kelas II Agam. Setelah berbagai persyaratan lengkap di situ barulah WNA yang bersangkutan melapor ke Disdukcapil.

"Jadi dari situ baru KITAS-nya bisa berlaku dan digunakan sebagai kartu tinggal yang sah," ujarnya.

Di penghujung tahun 2018 lalu, permasalah WNA memang sempat menyeruak di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Isu banyaknya pemain asing yang bekerja di daerah tersebut mendapat perhatian khalayak ramai, setelah WNA asal Tiongkok menyerbu tambang emas Manggani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh.

Taufik Hidayat Kampai