Pelaku LGBT yang Diamankan Satpol PP Payakumbuh Berperan Sebagai Perempuan

"Berdasarkan pengakuan RA, ia baru mengenal sosok RN selama dua bulan terakhir"
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- RA (16) pemuda yang diamankan Satpol PP atas dugaan LGBT di Kota Payakumbuh-Sumbar, ternyata berperan sebagai perempuan.

Hal itu diungkapkan RA kepada Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra ketika diperiksa di markas Satpol PP di Bukik Sibaluik, Rabu 9 Januari 2019. Pada saat ditangkap, RA memang diketahui menggunakan pakaian dalam perempuan.

"Dari pengakuan yang bersangkutan, ia berperan sebagai perempuan. Sedangkan RN yang berhasil kabur sebagai laki-laki," kata Devitra.

Berdasarkan pengakuan RA, ia baru mengenal sosok RN selama dua bulan terakhir. Selama itu, RA mengakui telah dua kali melakukan hubungan sesama jenis.

"Yang pertama mereka lakukan di rumah temannya. Saat penangkapan itu adalah kedua kalinya mereka melakukan hubungan tersebut," lanjutnya.

Dijelaskan Devitra, meski berperan sebagai perempuan dalam hubungan sesama jenisnya tersebut, tampilan RA tidak menunjukkan kalau dirinya adalah seorang waria.

"RA ini baru pertama kali kita amankan, dan dari tampilannya, ia tidak terlihat seperti waria sama sekali," terang Devitra.

Fakta lain juga diungkapkan Devitra, setelah melakukan pemeriksaan terhadap RA, ternyata pemuda itu berusia 17 tahun pada Rabu 9 Januari 2019.

"Jadi pas penangkapan semalam RA ini baru berusia 16 tahun dan sekarang sudah 17," pungkasnya.

Sementara itu, RA mengakui dirinya tergoda melakukan hubungan sesama jenis, setelah termakan rayuan RN. 

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, RA diamankan Satpol PP Kota Payakumbuh, Selasa (8/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB, setelah diamankan warga di Lapangan Sepakbola Sari Bulan, Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning, Kec Payakumbuh Selatan.

Sayangnya, dalam penangkapan yang dilakukan tersebut, pasangan RA, yaitu RN berhasil kabur setelah lari ke arah sawah.

[Taufik Hidayat Kampai]