Undang-undang Perkawinan Berpotensi di Revisi, Sebab Hal Ini

" Saya selaku individu dan dari PKB sangat mendukung untuk dilakukannya revisi undang-undang tersebut"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Perkawinan anak merupakan salah satu masalah strategis dalam pembangunan di Indonesia. Tingginya angka perkawinan anak terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai penelitian mengenai perkawinan anak menunjukkan bahwa perkawinan anak menjerat masyarakat dalam lingkaran kemiskinan yang paling dalam.

Koalisi Perempuan Indonesia mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas judicial review Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyatakan bahwa usia 16 tahun bertentangan dengan Undang-Undang Dasar. Putusan tersebut menunjukkan, pemerintah menyadari bahwa Indonesia berada dalam kondisi darurat perkawinan anak, dan diperlukan kebijakan di tingkat nasional untuk mencegah dan menghentikannya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Nihayatul Wafiroh menyampaikan bahwa revisi UU Perkawinan bukan hanya wajib, tetapi sudah menjadi satu keharusan dan tidak ada daya tawar lagi untuk segera dilakukan perubahan-perubahan itu. Menurutnya, menikah pada usia 16 tahun itu mudharat-nya sangatlah banyak, diantaranya persoalan ekonomi dan persoalan kesehatan reproduksi.

“Ini adalah kemenangan yang luar biasa bagi gerakan perempuan. Karena sebelumnya telah beberapa kali teman-teman dari gerakan perempuan mengajukan judicial review, tetapi selalu mentah. Saya selaku individu dan dari PKB sangat mendukung untuk dilakukannya revisi undang-undang tersebut,” tandas Nini, sapaan akrabnya, di sela-sela acara Kaukus Perempuan yang digelar di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (09/1/2019).

Dikatakan legislator PKB itu, banyaknya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia akibat dari pernikahan dini. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 banyak bertentangan atau kontra produktif dengan undang-undang yang lain. Antara lain UU Pendidikan, UU Perlindungan Anak, dan juga UU tentang Kekerasan Seksual,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ... Baca halaman selanjutnya