Tahun Ini, Pemko Payakumbuh Bakal Rehab 200 Rumah Tak Layak Huni

"Jumlah tersebut meningkat sebanyak 47 rumah dibandingkan tahun sebelumnya"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Eko Fajri)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menargetkan untuk melakukan rehab terhadap 300 rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah tersebut. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 47 rumah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sepanjang 2018 kita merehap sebanyak 253 unit rumah tak layak huni," kata Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi pada saat menghadiri peresmian salah satu RTLH di Koto Panjang Dalam, Kecamatan Latina, Kamis 10 Januari 2019.

Untuk 2019 ini, dari 300 target RTLH yang akan direhab tersebut, untuk 200 rumah dananya merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan 100 rumah lainnya berasal dari APBD Kota Payakumbuh.

Untuk kendala dalam melakukan rehab RTLH ini, Riza menyebut, pihaknya tidak bisa melakukan rehab terhadap rumah warga yang tidak berada di atas tanah hak milik mereka.

"Ketika ada tanah baru bisa dilakukan bedah rumah. Untuk 2018 ada beberapa rumah yang tidak bisa kita anggarkan karena tanahnya bukan hak milik warga tersebut," jelasnya.

Permasalahan yang sama diakui Riza masih menjadi salah satu kendala utama pihaknya dalam melakukan rehab rumah. Karena itu, ia meminta warga agar bisa menyiapkan segala administrasi agar bedah rumah bisa dilakukan.

"Untuk masing-masing rumah anggaran yang disediakan sebesar Rp17,5 juta. Tapi selesainya selalu di atas Rp30 juta karena ada bantuan dari yang lain, minimal bantuan tenaga dari tetangga sekitar," sebut dia.

Terkait beberapa warga yang tidak memiliki tanah, Riza menyebut ada solusi lain yang bisa dilakukan Pemko Payakumbuh, yaitu membangun rumah susun (rusun).

Namun, budaya masyarakat yang masih cukup asing dengan rusun membuat Pemko cukup kesulitan untuk merealisasikan wacana ini.

"Nanti kalau dibuatkan tidak ada yang ngisi, anggaran dari pusat ada. Pertanyaannya, warga kita mau tidak mengisinya. Apalagi budaya kita masih cukup asing ... Baca halaman selanjutnya