Pemkab Pessel Butuh Investor Bagi Petani Gambir, Karena Hal Ini

"Hingga saat ini kami terus membuka peluang bagi investor baik dalam maupun luar negeri untuk mengolah getah gambir"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat membuka peluang investasi untuk perusahaan pengelola getah gambir, dalam mengakomodir hasil panen gambir petani di daerah itu.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Pesisir Selatan, Suardi mengatakan, peluang invetasi getah gambir sangat terbuka lebar di daerah itu, sebab terdapat 14.313 hektare lahan gambir petani yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

"Dan hasil produksinya, juga tercatat stabil, yakni sepanjang 2017 hasilnya mencapai 6.798,6 ton," sebut Suardi kepada wartawan di Painan.

Dia menjelaskan, mengingat tingginya hasil produktivitas, hasil pertanian gambir di daerah itu, pihaknya sampai saat ini terus membuka peluang investasi untuk mengelola hasil panen tersebut.

"Hingga saat ini kami terus membuka peluang bagi investor baik dalam maupun luar negeri untuk mengolah getah gambir," katanya.

Menurutnya, dengan hasil panen yang melimpah, perlu adanya investor untuk mengakomodir hasil tersebut. Jadi dengan itu bisa tercipta situasi yang saling menguntungkan bagi petani dan juga investor.

Kata dia, dengan terbatas hilir hasil panen petani saat ini, petani sampai ke pedagang besar harus melewati rantai penjualan yang cukup panjang. Sehingga hal tersebut menyebabkan penekanan harga.

Saat ini fluktuasi harga gambir di Pesisir Selatan tidak menentu, seperti
pada awal minggu ke tiga Januari 2019, harga gambir dalam keadaan basah tingkat petani di Pesisir Selatan Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp19 ribu.

Sementara harga gambir kering dihargai Rp40 sampai 42 ribu setelah lebih dulu mesti dikeringkan. Hanya saja proses pengeringan membutuhkan waktu hingga dua minggu, selama pengeringan gambir dijemur dan juga dikipas agar cepat kering. (Kiki Julnasri)