Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Solsel

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman melihat langsung masyarakat terdampak banjir dan penyaluran bantuan air bersih di kecamatan Sungai Pagu, Jum'at 18/1
Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman melihat langsung masyarakat terdampak banjir dan penyaluran bantuan air bersih di kecamatan Sungai Pagu, Jum'at 18/1 (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF -- Tiga kecamatan di Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) terendam banjir pada Kamis 17 Januari 2019 malam. Tiga kecamatan terdampak itu adalah Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan KPGD (Koto Parik Gadang Diateh) dan Pauh Duo.

Dari data Pusalops PB Kabupaten Solsel , banjir terparah dialami di Kecamatan Sungai Pagu yang merendam 7 nagari, diantaranya Nagari Pasia Talang, Pasia Talang Timur, Pasia Talang Selatan, Sako Pasia Talang, Pasar Muaro Labuah, dan Nagari Koto Baru. Sementara untuk di Kecamatan KPGD, hanya ada satu nagari yang terdampak banjir , yakni Pakan Rabaa Selatan, begitu juga untuk di Kecamatan Pauh Duo, hanya satu merendam nagari, yakni Nagari Alam Pauh Duo.

baca juga: ini Syarat Salat Idul Fitri Berjamaah di Solsel

Banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB yang membuat sejumlah sungai di tiga kecematan menjadi meluap, yakni Sungai Sapan Aia Angek, Sungai Batang Pagu, Sungai Batang Bangko dan Sungai Batang Suliti.

Wakil Bupati Solsel Abdul Rahman, dan Ketua TP-PKK Ny. Suriati Muzni, beserta OPD terkait saat meninjau lokasi mengatakan dari data sementara daerah yang paling terdampak adalah masyarakat Kecamatan Sungai Pagu sebanyak 1.600 jiwa.

baca juga: Polda Sumbar Tangkap 3 Penambang Emas Ilegal di Solsel, Kabid Humas: Pelaku Utama DPO

"Secara keseluruhan banjir kali ini mengakibatkan sebanyak 1.858 jiwa termasuk 191 orang Bayi dan balita, dan 449 rumah terdampak di tiga kecamatan," Kata Abdul Rahman, Jum'at 18 Januari 2019.

Ia menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan kepada OPD-OPD terkait agar melakukan tindakan cepat tanggap darurat untuk membantu warga yang terdampak.

baca juga: Ketua Komisi II DPRD Minta Dinsos Solsel Segera Salurkan Bantuan dari Perusahaan

"Seluruh OPD secara bersama-sama agar bertindak cepat untuk dapat membantu meringankan beban masyarakat, baik kebutuhan sembako, obat-obatan, maupun pakaian," imbuhnya.

Ia menjelaskan, banjir di wilayah tersebut cepat surut, tidak seperti di daerah lain yang bisa tergenang sampai berhari-hari.

baca juga: DPD Golkar Solsel Salurkan Ribuan Nasi Kotak dan Takjil bagi Masyarakat

Menurutnya, untuk mencegah kejadian serupa, perlu dilakukan normalisasi sungai secepatnya sehingga ketika musim hujan semua sungai mampu menampung debit air.

"Karena aliran sungai banyak yang dangkal sehingga hujan dua jam bisa menyebabkan banjir ," ungkapnya

"Jika tidak mungkin menunggu APBN maka normalisasi ini harus dilakukan dengan APBD agar bencana serupa dapat dicegah," sambungnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) PU Solok Selatan Alvino Sendra mengungkapkan, Sungai Batang Suliti adalah sungai strategis nasional yang anggaran normalisasinya diajukan ke pemerintah pusat melalui APBN.

Namun imbuhnya, hingga saat ini kegiatan normalisasi sungai Batang suliti belum ada di anggarkan di APBN.

Ia melanjutkan, daerah kampung yang terendam itu selalu menjadi langganan banjir setiap tahun, disebabkan daerah tersebut adalah tempat terjadinya pertemuan dua Sungai besar yaitu Batang Suliti dan Batang Bangko.

"Jika normalisasi Sungai Batang Suliti bisa segera dilakukan, maka banjir akan dapat diatasi serta dampaknya dapat diminimalisir," pungkasnya.

[Kaka]

Penulis: Iwan R