Wagub Sumbar : Chatib Sulaiman Jangan Hanya Nama Jalan Saja

"Chatib Sulaiman dinilai pantas untuk menyandang pahlawan nasional"
Wagub Sumbar Nasrul Abit (Istimewa)
Yayasan Chatib Sulaiman, Sudarman Khatib Datuak Babangso juga menjelaskan peristiwa Situjuah adalah mata rantai yang tak bisa dipisahkan dengan eksistensi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah. Ada 69 pejuang yang gugur dibantai Belanda, termasuk salah satunya Chatib Sulaiman.

Semua ini bahagian dari penghormatan kepada perjuangan Chatib Sulaiman, beberapa ruas jalan utama di berbagai kota diberi nama jalan seperti di Kota Padang, namun dalam penulisannya perlu diluruskan yang selama ini 'Khatib Sulaiman' diganti dengan 'Chatib Sulaiman'.

"Salah satu tujuan seminar ini adalah mengingatkan kembali kepada generasi muda akan sejarah perjuanga kemerdekaan Chatib Sulaiman dan menjadikan Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional, serta bedah buku tentang Chatib Sulaiman juga. Selain itu, ada dua buku tentang Chatib Sulaiman," harap Sudarman.

Sudarman juga mengatakan, adapun buku yang akan dibedah yaitu buku Berjuang Dan Gugur untuk review Kemerdekaan Indonesia karya Hikmat Israr dibedah Hasril Chaniago (Wartawan Dan peminat Sejarah) Dan buku karya Fikrul Hanif Sufyan berjudul Sang Republiken (Biografi Chatib Sulaiman 1924-1949) dianalisis Mestika Zed (Guru Besar Sejarah UNP).

Hadir dalam seminar tersebut Wakil gubernur Sumbar, Wakil Bupati Limapuluh Kota, keluarga dari Chatib Sulaiman, Asvi Warman Adam (sejarawan dan peneliti dari LIPI), Wannofri Samry (Ketua MSI Sumbar) dan Amril Amir (Ketua DHD 45 Sumbar).

[Joni Abdul Kasir]