Masuk Kategori Proyek Nasional, Pembangunan Jalan Alahan Panjang-Bayang Bakal Dibiayai APBN

"Pembangunan jalan ini akan melintasi kawasan hutan konservasi"
Ilustrasi pembangunan jalan (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pembangunan jalan penghubung antara Alahan Panjang, Kabupaten Solok ke Bayang, Pesisir Selatan masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

Dengan begitu artinya, proyek jalan yang menghubungkan dua Kabupaten di Sumatera Barat tersebut akan dibiayai oleh negara lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, pembangunan jalan ini akan melintasi kawasan hutan konservasi. Dengan begitu, pemerintah perlu melakukan pembebasan lahan.

"Ada beberapa titik masuk dalam hutan konservatif. Untuk itu harus dibebaskan dulu dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan BKSDA," katanya, Senin 21 Januari 2019.

Terkait pembebasan, pihaknya akan menyiapkan dokumen terkait termasuk dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan kajian dari BKSDA, PU dan Dinas Kehutanan Provinsi sebagai persyaratan agar jalan tembus bisa dibangun.

"Kerangka awal jalan sudah ada, jika kita rubah akan bertambah panjang jalan sekitar 18 km, nah untuk itu kita urus saja izinnya apakah bentuk pinjaman pakai dengan BKSDA dan kemitraan dengan KLH," terangnya.

Untuk percepatan, Wagub Nasrul Abit akan meminta bantuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta menemui lansung Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

"Sambil jalan, sebagian menyiapkan surat menyurat dan saya atau pak gubernur akan bertemu langsung dengan menteri terkait," tuturnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan jalan ini sudah pernah ia wacanakan saat masih menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan dulu.

Namun saat itu setelah ada penelitian dari beberapa pihak, dirinya menfokuskan ke jalan tembus Alahan Panjang-Pasar Baru Bayang. Sebab Kambang-Muaro Labuah masih sulit untuk pengurusan dan pembebasan lahan.

"Kerangka jalan sudah ada sejak saya jadi bupati dulu, tapi sekarang sudah ada menjadi hutan ... Baca halaman selanjutnya