BMKG: Sumbar Tidak Terdampak Supermoon, Tapi..

Ilustrasi Supermoon
Ilustrasi Supermoon (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat menilai, fenomena Supermoon yang akan terjadi pada Senin 21 Januari 2019 malam ini tidak akan berdampak pada kawasan pantai Barat Sumbar .

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meterologi Kelas II Minangkabau, Yudha Nugraha. Ia mengatakan, meskipun ada peringatan gelombang pasang dari BMKG pusat, itu hanya untuk beberapa daerah saja.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

"Daerah tersebut merupakan wilayah dengan pasang maksimum saat terjadi Supermoon , sedangkan untuk wilayah sumbar serta pesisir Barat Sumatera peningkatan muka laut tidak terlalu signifikan," katanya pada KLIKPOSITIF .

Diketahui, daerah yang dimaksud BMKG tersebut adalah wilayah pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, pesisir Cilacap, pesisir Tanjung Benoa, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Makassar di Sulawesi Selatan.

baca juga: Pemerintah Akan Lanjutkan Pembenahan Infrastruktur Pendidikan di Politeknik Negeri Padang dan Kampus Lainnya

Kendati begitu, ia menyebutkan gelombang pasang tetap akan terjadi di Sumatera Barat, namun penyebabnya bukan karena Supermoon .

"Tinggi gelombang laut di pesisir Barat Sumatera lebih terpengaruh akibat kondisi hidrometeorologisnya bukan dari pasang bulan," sebut Yudha.

baca juga: Kabar Baik, Bukittinggi Sudah 12 Hari Tanpa Tambahan Kasus COVID-19

Sementara untuk gelombang sendiri, pasang laut saat ini diketahui mencapai tinggi 0.5 - 0.8 meter di wilayah perairan Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman.

Kemudian 1-2 meter di perairan Kepulauan Mentawai, serta 2-3 meter di sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga Samudera Hindia.(*)

baca juga: Pemko Bukittinggi Perpanjang Pasar Sementara di Jalan Soekarno-Hatta

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa