Cari Penumpang Minibus di Banda Kali Padang, Tim SAR Gunakan Jaring

"Kami menggunakan jaring ini atas permintaan keluarga korban yang tidak percaya dengan penyisiran menggunakan perahu saja"
Tim SAR gunakan jaring untuk mencari korban hanyut di Banda Kali Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dalam pencarian korban mobil minibus yang hanyut di Banjir Kanal Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, tim gabungan menggunakan jaring ikan untuk menemukan titik keberadaan korban.

"Kami menggunakan jaring ini atas permintaan keluarga korban yang tidak percaya dengan penyisiran menggunakan perahu saja," ujar Dansru tim gabungan, Yudi Riva, Selasa 22 Januari 2019.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan jaring sepanjang 150 meter untuk membantu pencarian korban. "Jaring ini akan kami benam dan akan digiring hingga ke pinggir muara dan jika ada yang menyangkut nanti akan kami selami," lanjutnya.

Ia berharap dengan melakukan cara seperti permintaan keluarga korban akan bisa menemukan korban yang hingga saat ini belum ditemukan. Sementara, tim lainnya melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan kapal dari Basarnas dan Kepolisian Air untuk melihat keberadaan korban.

Sebelumnya, satu unit mobil jenis minibus hanyut di Sungai Banda Kali Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang pada Minggu 20 Januari 2019 sekitar pukul 22.50 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika pengendara mobil yang diketahui bernama Warsan (38) hendak memakirkan mobilnya di pinggiran sungai.

Dia mengatakan, posisi parkir mobil terlalu dekat dengan bibir sungai sehingga terbawa arus yang cukup deras akibat hujan yang mengguyur Kota Padang sejak sore. Senin pagi, petugas gabungan berhasil mengevakuasi minibus tersebut dalam sungai, sementara penumpangnya bernama Hilda (24) belum ditemukan.

Hari ketiga pencarian korban mobil minibus yang masuk ke dalam banjir kanal Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat kembali dilakukan. Dalam pencarian hari ketiga ini, tim gabungan Basarnas membagi menjadi dua tim dalam pencarian titik keberadaan korban.

[Halbert Caniago]